Gara-Gara Ahok, Jokowi Akui Politik Memanas

Gara-Gara Ahok, Jokowi Akui Politik Memanas

SHARE

Publik-News.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui bahwa akhir-akhir ini situasi politik sedikit memanas. Namun menurutnya, ini sebetulnya biasa, dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), termasuk Pilkada DKI Jakarta, tensinya tambah hangat sedikit. Hanya, diakui Jokowi jika memang di Jakarta ini istimewa.

“Biasa, sangat biasa. Tetapi karena banyak sekali faktor-faktor yang lain, yang sebetulnya Pilkada ini tidak hanya di DKI saja, ada 101 satu pilihan bupati, wali kota, dan gubernur di seluruh Indonesia,” kata Jokowi saat memberikan sambutan pada pembukaan Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2016, di Jakarta Convention Center, Jakarta, Selasa (22/11/2016) malam.

Tetapi sekali lagi, diakui Presiden Jokowi memang di Jakarta ini istimewa, sehingga kejadian yang kemarin itulah yang dilihat. “Tetapi itu hanya sedikit, hangat sedikit lah, tambah hangat sedikit,” ujarnya.

Jokowi juga mengakui bahwa dirinya cukup pontang-panting kesana-kesini. Tetapi sekali lagi menurutnya itu hal biasa dalam sebuah pilkada. Presiden ingat juga dulu waktu Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2012 juga mirip-mirip, karena dirinya merasakan sendiri di lapangan.

“Karena pontang-panting itu saya yang biasanya enggak pernah naik kuda harus naik kuda,” kata dia seolah mengingatkan dirinya yang naik kuda usai bertemui dengan Ketua Umum Partai Gerindra, di Hambalang, Sentul, Bogor, Jawa Barat, pada akhir Oktober lalu.

Karena situasi yang sudah hangat itu, Jokowi meminta para ekonom yang hadir dalam acara tersebut tidak ikut memanas-manasi.

Jokowi juga menyindir kebiasaan sejumlah media yang menurutnya kadang-kadang lucu. Dia memberi contoh saat dirinya bertemu dengan Prabowo, menurutnya, mestinya yang ditanyakan yang substansi, yang paling penting dalam misalnya dalam masalah politik kebangsaan atau ketatanegaraan kita.

Namun, menurut Jokowi, justru yang ditanyakan oleh media, “Pak tadi makannya lauknya apa?” Saya sudah, “Apa ini yang mau saya…”. Tanyanya “Pak tadi lauknya apa”. Saya jawab “ikan bakar”.

Ketemu tokoh yang lain ditanyakan, “Kemarin kan ikan bakar Pak, yang tadi makan apa Pak?”. “Makan bakmi godhog”. Karena memang yang ditanyakan itu, yang saya jawab itu.

Menurutnya, sebetulnya banyak hal-hal yang sangat substansif yang dibicarakannya pada saat bertemu, baik bertemu Megawati Soekarnoputri, Prabowo Subianto, bertemu dengan Surya Paloh, kemudian dengan Pak Romi (Romahurmuzy), dan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto.

Disampaikan Jokowi, dirinya sebenarnya biasa makan siang, makan malam dengan para tokoh itu. Hanya ada yang dibuka dan yang kebanyakan yang tertutup,. Tetapi karena ini perlu dibuka agar masyarakat juga tahu, bahwa dirinya ini sudah berbicara dengan ketua-ketua partai, sudah mengunjungi misalnya markas-markas TNI dan Polri.

“Ini agar memberikan ketenangan pada kita dalam rangka mengejar ketertinggalan kita, pembangunan kita dengan negara-negara yang lain. Jangan malah kita disibukkan terus dengan tensi politik yang sedikit hangat pada 1-2-3 minggu ini. Sehingga urusan politik kita tinggalkan dulu, tidak usah,” tuturnya.

Pembukaan Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2016 itu dihadiri oleh Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Ketua DPR RI Ade Komarudin, dan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan.

SHARE
Comment