Gede Pasek Marah Karena Kader KMHDI Ditelantarkan Kemenpora

Gede Pasek Marah Karena Kader KMHDI Ditelantarkan Kemenpora

SHARE
??????????

Publik-News.com – Anggota DPD RI Gede Pasek Suardika menyangkan sikap Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi yang apatis terhadap Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI). Sebagai ormas kemahasiswaan yang baru berusia 23 tahun, KMHDI ternyata diberlakukan diskriminarif.

“Saya tanggapi karena menyangkut isu ditelantarkannya perhatian terhadap aktivitas mahasiswa Hindu dlm kebijakan Menpora. Memang wajar kalau @imam_nahrawi membantah soal itu,tetapi fakta itulah yg dirasakan KMHDI sbg ormas kemahasiswaan yg baru berusia 23 thn,” cuit Pasek melalui akun twitternya @G_paseksuardika, Minggu (28/8/2016).

Menurut Pasek, aspirasi tersebut dirasakan oleh kader-kader KMHDI bukan tanpa sebab. Pasek kemudian mempersilakan mengkoroscek, di Kementerian yang bertanggungjawab soal pemuda itu siapa yang diutus hadir. Menurutnya, rasa menjdi pemuda kelas dua tentu wajar dirasakan kader KMHDI.

“Lihat juga fakta ini,utk audiensi saja tdk diterima. Saya sampaikan ini krn itu fakta Pak Menpora @imam_nahrawi. Diapakan surat mereka di kantor Bapak? Bolak balik bertanya hanya dipingpong,” cuitnya lagi.

Dikatakannya, selain suratnya ditelantarkan @KEMENPORA_RI juga tidak diatensi @imam_nahrawi. Sampai acara pun tidak satu rupiah pun dana Kemenpora hadir. Namun demikian, kata Pasek, Mahasabha X KMHDI di Kendari Sultra tetap menghadirkan semangat kenusantaraan dan kebersamaan anak bangsa termasuk dalam acara pembukaan.

“Kalau saat ini teman saya di DPR dulu yang kini sudah jadi menteri @imam_nahrawi membantah soal perlakuan diskriminasi, silakan jelaskan. Saat tetap salut dengan adik-adik mahasiswa Hindu di KMHDI yg tidak diperhatikan @KEMENPORA_RI @imam_nahrawi tetap semangat,” katanya.

Pasek mengatakan, republik ini milik sah bersama, banyak juga pahlawan Hindu gugur untuk Republik yang kini dihuni sekitar 250 juta jiwa ini. Kalau tidak diperhatikan, Pasek mengatakan mari bangkit mandiri. Kalau hari ini masih diperlakukan sebagai aktivis kelas dua di pemerintahan @jokowi, tetap dukung semangat revolusi mental beliau.

“Aktivis yang tangguh terjadi dg tantangan yang hebat. Tetapi paling tidak kita semua paham memang diskriminasi itu memang adakan terasa. Selamat berMahasabha di Kendari. Tetap besarkan jiwa walau penanggungjawab yg membina kalian tdk memperhatikan kalian. Satyam Eva Jayate,” demikian Pasek mengakhiri cuitannya.

(Taufik)

Comment