Gema Kosgoro Apresiasi Kinerja LSF Lindungi Efek Negatif Film

Gema Kosgoro Apresiasi Kinerja LSF Lindungi Efek Negatif Film

SHARE

Publik-News.com – Gerakan Mahasiswa Kosgoro mengapresiasi kinerja Lembaga Sensor Film (LSF) dalam melindungi masyarakat dari pengaruh negatif film sekaligus mencerdaskan dan memajukan dunia perfilman Indonesia sehingga dapat menanamkan semangat cinta tanah air. Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional Gerakan Mahasiswa Kosgoro Dian Assafri dalam keterangannya kepada wartawan pada Selasa (28/11/2017).

Menurut Dian yang juga staf ahli di komisi DPR RI itu, Gema Kosgoro mendukung penuh upaya LSF dalam melindungi masyarakat dari efek negatif film melalui gunting sensor sekaligus memajukan film yang mengedukasi dan mendukung kebudayaan Indonesia. “Gema Kosgoro akan menjadi garda terdepan mendukung LSF dalam mensensor efek negatif film terhadap masyarakat,” kata Dian.

Dian memaparkan sebelumnya Gema Kosgoro bekerjasama dengan LSF telah menggelar acara nonton bareng film Merah Putih. Acara nobar yang digelar di auditorium LSF itu dihadiri 50 mahasiswa yang tergabung dalam Gema Kosgoro untuk menanamkan cinta tanah air. Selain mahasiswa dari DKI Jakarta juga hadir perwakilan mahasiswa dari Aceh, Lampung, Banten, Jawa Barat, Kalimantan dan Sulawesi yang kuliah di Jakarta.

Sementara Wakil Ketua Lembaga Sensor Film Dody Budiatman menyambut baik dukungan Gema Kosgoro terhadap LSF dalam upaya melindungi masyarakat dari efek negatif film. “Saya sangat mengapresiasi kerjasama ini juga mendukung tentunya mengenai kegiatan yang di lakukan oleh anak -anak muda generasi penerus bangsa termasuk Gerakan Mahasiswa Kosgoro ini.” Kata Dody.

Menurut Dody, era digital yang kian menjamur di seluruh Indonesia rawan menjerumuskan penontonnya yang kebanyakan kaum muda. “Bagaimana tidak banyak tayangan tidak mengedukasi yang dapat menjerumuskan para penontonnya dijalan yang salah dan ini perlu partisipasi bersama masyarakat,” katanya.

Dody mengungkapkan, pengawasan perfilman itu diatur dalam Undang-Undang Nomor 33 tahun 2009 tentang Perfilman . Undang-Undang ini mengatur tentang layak atau tidaknya film yang ditayangkan stasiun televisi. Melalui kegiatan nonton bareng ini, Dody juga mengharapkan menjadi langkah awal untuk kerjasama selanjutnya antara LSF dan Gema Kosogoro dalam rangka kepedulian terhadap perfilman Indonesia. (PN).

SHARE
Comment