GEPRINDO Minta Polri Telusuri Aliran Dana Aksi Unjuk Rasa Ahokers

GEPRINDO Minta Polri Telusuri Aliran Dana Aksi Unjuk Rasa Ahokers

SHARE

Publik-News.com – Aksi unjuk rasa pendukung Basuki Tjahja Purnama alias Ahok cukup masih di sejumlah daerah. Mereka menggelar aksi unjuk rasa setelah Ahok divonis 2 tahun penjara oleh hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Presiden Gerakan Pribumi Indonesia (GEPRINDO), Bastian P. Simanjuntak meminta Polri menelusuri aliran dana yang dijadikan biaya pendukung Ahok dalam menggelar aksi unjuk rasa yang beberapa kali melakukan tindakan anarkis dan pelanggaran hukum tersebut.

“Karenanya GEPRINDO mendesak polri untuk mengaudit dana aksi yang dilakukan diberbagai daerah tersebut,” ujar Bastian melalui siaran persnya, Sabtu (13/5/2017).

Menurut Bastin, penelusuran aliran dana kepada pendukung Ahok perlu dilakukan agar tidak muncul berbagai spekulasi dan polemik yang akan memperkeruh suasana. Polri juga harus menindak tegas korlap aksi yang melanggar aturan penyampaian aspirasi, baik yang terkait batas waktu, hari libur maupun yang membawa senjata tajam.

“Bila polri tidak melakukan tindakan tegas maka akan muncul stigma bahwa polri melakukan tebang pilih. Kita masih ingat ketika aksi 212 kemudian diaudit, dan aksi petani di Majalengka yang menolak Bandara Internasional ditangkap karena membawa ketapel dan senjata tajam,” katanya.

Dia menegaskan, ketegasan Polri dengan sendirinya akan menjadikan hukum dan penegak hukum dihormati warga negara. Menurutnya, GEPRINDO menilai wajar bila Polri bertindak tegas karena negara ini merupakan negara hukum dan setiap warga negara wajib taat hukum.

“Gerakan Pribumi Indonesia (GEPRINDO) menghimbau seluruh rakyat Indonesia untuk taat hukum, tidak melakukan tindakan kontra-produktif. Semua pihak diharapkan dapat menahan diri demi kepentingan nasional. Mari kita bangun peradapan dan demokrasi kita yang masih muda ini demi kemajuan bangsa dan negara,” pungkasnya. (RF)

Comment