Gerindra Kritik Pemerintah Soal Indikator Hutang Dan Rusaknya APBN

Gerindra Kritik Pemerintah Soal Indikator Hutang Dan Rusaknya APBN

SHARE

Publik-News.com – Anggota komisi XI fraksi Gerindra Heri Gunawan mengatakan pemerintah banyak menggantungkan pembiayaan program pembangunan pada ketergantungan hutang luar negeri. Menurut dia, postur anggaran APBN yang dirumuskan pemerintah saat ini juga lebih mengandalkan dari hutang tersebut.

Heri mengkritik hutang luar negeri yang digalakkan untuk membiayai program pembangunan tak menunjukkan hasil yang signifikan. Ia berkesimpulan, justru sebenarnya hutang yang dilakukan pemerintah menjadi sumbu utama amburadulnya APBN.

“Semua tau bahwa utang yang makin besar menjadi sebab rusaknya APBN yang disusun pemerintah. Lihat saja, defisit makin lebar hampir 3 persen. Lalu utang tersebut raib entah kemana. Tidak produktif. Infrastruktur tetap saja tidak banyak berubah,” ujar Heri saat diwawancarai di Jakarta, Jumat (26/8/2016).

Heri mengungkapkan hutang seharusnya menjadi solusi alternatif untuk menguatkan ekonomi masyarakat. Tetapi saat ini sebaliknya, kata dia, dimana kondisi ekonomi masyarakt malah semakin tidak menentu.

Heri mengungkapkan beban hutang luar negeri Indonesia saat ini telah beranjak ke level Rp. 4 Ribu Triliun. Disatu sisi, kata dia, terjadi peningkatan angka kemiskinan di Indonesia yang hingga mencapai 28 juta jiwa.

“Jelas sekali hutang itu ditarik hanya untuk membayar bunga hutang. Istilahnya gali lobang, tutup lobang. Lihat saja RAPBN 2017, posisi keseimbangan primer sudah mencapai defisit Rp. 111,4 Triliun. Ini menjadi tanda bahwa utang yang ditumpuk itu tak produktif,” ucapnya.(Ahmad)

SHARE
Comment