Giliran Mahasiswa Desak KPK Tangkap Yasonna Laoly

Giliran Mahasiswa Desak KPK Tangkap Yasonna Laoly

SHARE

Publik-News.com – Giliaran puluhan Mahasiswa yang mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntaskan dugaan kasus korupsi Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP). Mereka ini mengatasnamakan diri Aliansi Mahasiswa Untuk Demokrasi (ULMUD).

Mereka tiba di gedung KPK sekitar pukul 12:30 dengan mambawa spanduk. Selain menyampaikan yel-yel, massa aksi yang dijaga aparat kepolisian ini juga meminta KPK tidak hanya menangkap Setya Novanto. Sebab, kata massa demonstrans, masih ada sejumlah pejabat yang ikut menikmati duit haram tersebut. Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly adalah contohnya.

“Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Hamongan Laoly disebut turut menerima uang korupsi pengadaan KTP elektronik tahun anggaran 2011-2012, sebesar 84 ribu dolar Amerika Serikat, atau sekitar Rp 1,1 miliar,” ujar koordinator lapangan pengunjuk rasa, Agus Harta, Selasa (28/11/2017).

Agus menambahkan bahwa Yasonna beberapa mangkir dari pemeriksaan penyidik KPK dalam kasus dugaan Korupsi yang merugikan keuangan negara senilai Rp 2,3 triliun tersebut. Mestinya, kata dia, lembaga adhoc pimpinan Agus Rahardjo itu kembali melayangkan surat panggilan kepada Yasonna jika serius ingin membongkar korupsi e-KTP.

“Dia beberapa kali mangkir. KPK harus segera seret Yasonna ke Rutan koruptor,” tukas dia lagi.

Tak sampai di situ, massa juga meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengambil sikap secara tegas dan cepat dengan cara mengganti Yasonna sebagai Menkumham. Dugaan keterlibatan Yasonna pada korupsi e-KTP akan mencoreng mama baik nawacita yang selama ini digembar-gemborkan Jokowi.

“Yasonna Laoly harus dipecat dari jabatannya. KPK juga jangan tebang pilih. KPK harus berani membongkar dan menyeret para koruptor e-KTP,” katanya. (PN)

SHARE
Comment