Home Politik GMN: PBB Jadi Peserta Pemilu adalah Indikasi Kebangkitan Partai Islam 2019

GMN: PBB Jadi Peserta Pemilu adalah Indikasi Kebangkitan Partai Islam 2019

Publik-News.com – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Garda Muda Nasional (DPP GMN), Mansur Husain mengatakan lolosnya Partai Bulan Bintang (PBB) menjadi peserta Pemilihan Umum (Pemilu) merupakan indikasi kebangkitan partai politik Islam.

“Tak bisa dipungkiri bahwa partai besutan Prof Yusril ini benar-benar partai pejuang sejati, tiada hari tanpa berjuang untuk kepentingan agama nusa dan bangsa,” ujar Mansur, Senin (5/2/2019).

PBB dinyatakan lolos menjadi peserta Pemilu oleh Bawaslu melalui sidang ajudikasi. Lolosnya PBB sebagai peserta pesta demokrasi lima tahunan 2019 yang akan datang tak lepas dari peran Yusril, sang Ketum PBB.

“Siapa tidak mengenal bang Yusril, selain cerdas, ahli tata negara, bang Yusril dikenal selalu istiqomah berjuang demi kepentingan rakyat banyak. Menang lawan KPU dan Lolosnya PBB sebagai pserta Pemilu 2019 inshallah sebagai sebuah tanda-tanda alam PBB bisa mewakili partai islam, dengan raihan suara 7 sampai 10 persen,” tukas dia.

Lebih lanjut, Mansur mengatakan tak perlu memikirkan nama dan sosok pendamping Jokowi sebagai Cawapresnya.

“Bagi saya lupakan saja Jokowi, hari ini Jokowi sudah membuktikan pada kita, bahwa beliau sejujurnya tak punya kemampuan untuk memimpin republik ini,” katanya.

Menurutnya, banyak anak-anak bangsa yang memiliki kemampuan di atas rata-rata, memiliki komitmen kebangsaan, dan punya wawasan nasional dan global, yang siap menduduki jabatan Presiden. Menurutnya, Indonesia kedepan tidak butuh lagi pemimpin yang hanya pandai retorika, pandai pencitraan, lebih dari itu harus pandai segalanya.

“Pemimpin Indonesia kedepan punya Prinsip “think globally, act locally” artinya berpikir secara global, bertindak secara lokal. Menurut saya, itu adalah kalimat yang wajib dikoleksi dalam prinsip pribadi masing-masing pemimpin kita. Jangan dibalik, mikirnya lokal tapi berbuat banyak untuk kepentingan bangsa lain,” tambah dia.

Dia mengatakan, pemimpin Indonesia kedepan harus terpenuhi beberapa apsek, seperti aspek kecerdasan, aspek kreatifitas dan aspek profesionalitas.

“Cerdas, Artinya memiliki kemmapuan, teruji sebagai pribadi yang baik, jujur dan bisa diteladani, Kreatif, artinya harus memiliki skill kepemimpinan yang mumpuni agar Indonesia bisa bersaing dengan negara lain ditingkat global. profesional, Kita negara besar, Pemimpinnya pun harus berjiwa besar, harus profesional dalam menyelesaikan setiap persoalan kebangsaan,” beber dia.

Ada beberapa tokoh nasional yang ditawarkan GMN untuk dicalonkan sebagai Pemimpin Indonesia. Beberapa tokoh tersebut diantaranya adalah Prabowo Subianto, Yusril Ihza Mahendra, Agus Harimurti Yudhoyono, Guru Bajang, Gatot Nurmantyo, Ahamd Heryawan, Zulkifli Hasan, Anis Matta, dan Fahri Hamzah,

Dia berharap, partai-partai besar atau partai yang sekarang sedang berkuasa, sebaiknya berfikir kembali untuk mengajukan Jokowi, karena masih banyak pilihan terbaik dari yang ada. Jika partai-partai memikirkan kepengtingan bangsa dan negara, maka tokoh-tokoh yang kami tawarkan diatas bisa jadi pertimbangan..

“Bila perlu semua kandidat diatas sebelum di deklarasikan menjadi Capres/cawapres silahkan di adu depan publik, layak apa tidak sebagai bakal calon, bukan sebaliknya supaya rakyat tidak lagi nanggung beban lima tahun kedepan,” tutup dia. (PN)

Comment