Home Politik GMN Tak Terima Soal Ancaman Luhut Bongkar Dosa Amien Rais

GMN Tak Terima Soal Ancaman Luhut Bongkar Dosa Amien Rais

Publik-News.com – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Garda Muda Nasional (DPP GMN) Mansur Husain tidak terima dengan pernyataan Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan yang mengancam akan membongkar dosa-dosa Amien Rais.

GMN merupakan organisasi sayap Partai Amanat Nasional (PAN). GMN meminta Luhut tidak bikin gaduh karena apa yang disampaikan Amien Rais tentang program bagi-bagi sertifikat Presiden Jokowi merupakan kritik biasa.

Menurut Mansur, pemerintahan Jokowi seolah anti kritik. Hal ini dianggap Mansur berbeda dengan pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono.

“Jangan bikin gaduh suasana politik, itu biasa yang disampaikan pak SBY disetiap kesempatan. Artinya suasana kehidupan berbangsa dan bernegara akan berjalan dengan baik jika kehidupan sosial, politik, ekonomi masyarakatpun berjalan dengan baik,” ujar Mansur melalui keterangan tertulisnya kepada Publik-News.com, Selasa (20/3/2018).

Selama SBY menjadi kepala negara selama 10 tahun, Mansur mengaku tidak melihat Istana memunculkan kegaduhan.

“Tapi suasana di era Kepemimpinan pak Jokowi ini saya tidak melihat itu. Kegaduhan demi Kegaduhan justru muncul dari Istana dari orang orang yang semestinya bisa menjaga suasana situasi sosial politik nyaman dan aman,” tukasnya.

Lebih lanjut, Mansur menambahkan apa yang disampaikan Luhut di gedung BPK, Jakarta, Senin 19 Maret 2018, tidak menunjukkan dia seorang negarawan.

“Pidato LBP di kantor BPK RI kemarin yang begitu emosi menanggapi kritikan dari Pak Amien Rais Ketua Dewan Kehormatan PAN, bukan bahasa seorang Negarawan. Bahasanya tak pantas untuk diungkapkan depan publik sebagai wakil Pemerintah,” tambah Mansur.

“Masa begitu cara pemerintah hadapi kritikan masyarakat? Jika apa yang disampaikan oleh pak Amien dianggap tidak benar, yah silahkan jawab dengan argumen yang lebih kuat bukan tebar ancaman, ini negara udah seperti sekelompok mafia. Tidak terima kritik main ancam,” pungkas dia.

Mansur mengingatkan Luhut agar jabatan yang diembannya dimanfaatkan, bukan sebaliknya menebar kegaduhan. Jabatan sebagai Menteri hanya lima tahunan, itu pun jika tidak diganti di tengah jalan oleh Presisen sebagai pihak pemegang hak proregatif.

“Siklus Jabatan hanya lima tahun maka selama lima tahun Jangan takabbur, apalagi sampai lupa daratan, manfaatkan sebaik-baiknya lima tahun ini kerja kerja kerja penuhi janji janji politiknya, mengabdikan diri hanya pada bangsa dan negara, bukan mengabdi pada kepentingan lain. Rakyat yang memberikan mandat, maka rakyat berhak memberikan kritik bahkan menariknya kembali,” papar Mansur.

Mansur mengajak semua pihak, khususnya yang berada di dalam pemerintahan menjaga lisan dan sikap menjelang Pemilu 2019. Jangan sampai ada ancaman dan teror kepada masyarakat jika ada diantara mereka mengkritik pemerintah.

“Stop ancam mengancam, stop teror pada masyakarat, apa yang pak Amien sampaikan adalah fakta yang tak terbantahkan, bagi bagi sertifikat tanah pada rakyat kecil itu bagian dari pencitraan saja. Saya juga bilang ini pencitraan, bukan untuk kepentingan bangsa dan negara apalagi kepentingan rakyat kecil,”tegas dia.

Mansur juga meminta pemerintah mengecek surat kepemilikan tanah tak bertuan yang dikuasi sejumlah konglomerat.

“Kalau mau jadi robin hood, itu banyak tanah-tanah tak bertuan yang dikuasai konglomerat aseng, cek surat-suratnya, jelas apa gak, itu yang direbut serahkan pada rakyat kecil. Bukan malah ancam balik “kubuka dosa kau, kau siapa”?

“Memangnya pak Luhut Ini siapa? Bapak Malaikat kah? Tak punya dosa dan salah kah? Hebat kali pak ancam-ancam rakyat, kalau tak mampu jadi menteri mundur saja, itu saja koq repot,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Luhut meminta Amien Rais tidak asal mengkritik. Jika mengkritik, tokoh reformasi itu diminta mengkritik berdasarkan data dan fakta.

“Jangan asal kritik aja. Entar kalau kau jadi pejabat, saya tahu track record-nya kok. Background saya spion juga. Kalau kaungerasa paling bersih, kau boleh ngomong. Dosa mu banyak juga kok. Sudahlah diam saja lah. Yang lalu, lalu, kita lihat ke depan. Tetapi, jangan main-main, kita juga bisa cari dosamu kok. Memang kau siapa,” ujarnya. PN

Comment