Golkar Perlu Kembali ke Tradisi Lama dalam Memilih Sekjend dan Ketua DPR

Golkar Perlu Kembali ke Tradisi Lama dalam Memilih Sekjend dan Ketua DPR

SHARE

Publik-News.com – Hari kedua Munaslub Partai Golkar, kemungkinan bakal menentukan siapakah Sekjen dan Ketua DPR. Saat ini beredar banyak nama kader Golkar yang ingin maju.

Politisi Senior Partai Golkar Lili Asdjudiredja menyarankan Golkar kembali ke tradisi lama dalam menentukan siapakah yang pantas menjadi sekjen Partai Golkar. Sejak era orde Baru hingga kepemimpinan Jusuf Kalla, posisi sekjen Golkar ditempati purnawirawan TNI.

“Terakhir era Pak JK, Sekjennya Pak Soemarsono, seorang purnawirawan. Kemudian berganti ke Aburizal hingga Novanto, sekjennya sipil. Saya kira, Golkar perlu kembali ke tradisi lama. Karena sejarah Golkar dekat dengan TNI,” paparnya di Jakarta, Selasa (19/12/2017).

Saat ini, kata Lili yang pernah menjabat Wakil Kepala KPKPN itu, beredar sejumlah nama dari kalangan purnawirawan TNI. Semisal, Letjen TNI (Pur) Eko Wiratmoko dan Letjen TNI (Pur) Lodewijk Freidrich Paulus.

“Namun bisa saja ada nama lain. Ingat, posisi sekjen haruslah punya leadership yang kuat. Disiplin, mengayomi dan tertib,” paparnya.

Sedangkan untuk posisi Ketua DPR, Anggota Komisi VI DPR ini mengusulkan digelar pemungutan suara atau voting. karena, banyaknya nama yang beredar misalnya Agus Gumiwang Kartasasmita, Bambang Soesatyo, Azis Syamsudin, Fadel Muhammad atau Titik Soeharto.

Di era Jusuf Kalla, Golkar mendapat jatah kursi wakil ketua DPR. Untuk menentukannya, dilakukan pemungutan suara yang dimenangkan Priyo Budi Santoso. “Jadi Golkar tetap mengedepankan demokrasi nan elegan. Sebaiknya, ya dilakukan pemilihan dalam Munaslub ini. Akan kelihatan siapa yang benar-benar kita inginkan,” kata Lili.

Terkait nama Agus Gumiwang Kartasasmita, dinilainya cukup layak. Di mana, Agus merupakan representasi Golkar dari Jawa Barat.

“Sebagai warga Sunda, saya jelas dukung Kang Agus. Rekam jejaknya bersih, masih muda dan punya kedewasaan dalam berpolitik. Ingat, perolehan suara Golkar di Jabar adalah yang terbesar. Sehingga sangat wajar Kang Agus maju,” pungkasnya. (IN/PN)

SHARE
Comment