Golkar Sebut Parpol Bakal Kesulitan Cari Koalisi Jika PT 0 Persen

Golkar Sebut Parpol Bakal Kesulitan Cari Koalisi Jika PT 0 Persen

SHARE

Publik-News.com – DPR telah mengesahkan UU pemilu dengan ambang batas capres atau presidential threshold (PT) 20-25 persen. Partai Golkar menganggap jika PT 0 persen, maka parpol akan kesulitan mencari koalisi karena sudah bisa mengajukan capresnya sendiri-sendiri.

“Kita mau dari awal bangunan koalisi betul-betul terwujud, koalisi dari awal. Sebab kalau, misal masing-masing bisa majukan capres, bagaimana koalisi bisa terbangun?” papar Waksekjen Golkar Ace Hasan Syadzily dalam diskusi di Gado-gado Boplo, Menteng, Jakpus, Sabtu (22/7/2017).
Golkar, katanya berpandangan jika PT 0 Persen akan menciptakan pemilu serentak yang tak efektif, karena masing-masing parpol sibuk mencalonkan capresnya.

“Kita ingin menyelenggarakan pemilu serentak. Maka konfigurasi pilpres itu serentak, sekali putaran. Kalau tanpa presidential threshold Pilpres diikuti 12 parpol, maka kemungkinan ada 12 Capres,” kata anggota Pansus RUU Pemilu ini.

“Kalau begitu Pilpres tidak 1 putaran lagi, bisa 2 putaran. Maka efisiensi dari keserentakan itu hilang,” lanjutnya.

Ia kemudian membandingkan pemerintahan SBY-JK dengan Jokowi-JK. Kala itu, SBY mendapatkan dukungan minoritas di DPR, sehingga pemerintahannya selalu terguncang. Sementara Jokowi-JK mendapatkan dukungan mayoritas di parlemen, sehingga pemerintahannya berjalan stabil.

“Dari perjalanan pasca-reformasi, SBY-JK ada koalisi kerakyatan dan koalisi kebangsaan. SBY dulu didukung minoritas di parlemen, hampir 3 bulan pemerintahan ada gonjang ganjing. Sementara, pemerintahan Jokowi-JK, kalau Golkar nggak dukung, bisa dibayangkan bagaimana 2 tahun pemerintahannya,” tutupnya. (Fq)

SHARE
Comment