GPII Usulkan Harsono Tjokroaminoto Jadi Pahlawan Nasional

GPII Usulkan Harsono Tjokroaminoto Jadi Pahlawan Nasional

SHARE

Publik-News.com – Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) mengaku sudah melakukan kajian terhadap sosok dan perjuangan Harsono Tjokroaminoto untuk diusulkan sebagai pahlawan nasional kepada pemerintah.

Hal tersebut dikatakan Ketua Umum PP GPII Karman BM usai perayaan Milad GPII ke-72, Senin (2/10/2017). Perayaan Milad GPII di gelar di kantor GPII, Jalan Menteng Raya No.58, Menteng, RT.1/RW.9, Kb. Sirih, Jakarta Pusat, Kota Jakarta Pusat.

Menurut Karman, GPII bukan tanpa alasan mengusulkan Harsono Tjokroaminoto sebagai pahlawan nasional. Sebab, kapasitas, integritas, rekam jejak, dan kontribusi Ketua Umum GPII pertama tersebut konkrit terhadap negara dalam melawan penjajah.

“Kajian kesejarahaan tentunya sudah kami lakukan. Ada materi-materi sejarah yang sudah kita kaji. Makanya ini diusulkan untuk menjadi paawan nasional,” pungkas Karman.

Menurut Karman, Harsono Tjokroaminoto, yang lahir di Madiun, 24 April 1912 silam, itu cukup layak menyandang gelar pehlawan nasional. Maka dari itu, Karman berhap, usulan Harsono Tjokroaminoto layak dipertimbangkan oleh pemerintah dan disahkan sesegera mungkin.

“Mudah-mudahan bisa dipertimbangkan oleh pemerintah. Target kita akhir tahun 2017 ini Target akhir tahun ini Harsono Tjokroaminoto disahkan sebagai pahlawan nasional,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Karman juga mengaku bersyukur dapat merayakan kembali Milad GPII ke-72. Diharapkan, perjuangan dan kontribusi Harsono Tjokroaminoto kepada bangsa menjadi inspirasi bagi keder GPII.

“Ini adalah malam yang membahagikan. Miliad ini merefleksikan apa yang sudah diperjuangkan oleh Harsono Tjokroaminoto,” tukasnya.

Untuk diketahui, Milad GPII ini bertema “Membangun Sinergis untuk Indonesia, Islam Yes-NKRI Yes” dan sekaligus launching usulan pahlawan nasional Harsono Tjokroaminoto. Milad GPII ini dimeriahkan dengan group hadrah Najmu Rosul dari Majelis Al Anwar Lidawat Muckhtar, Kalibata Jakarta Selatan. Bacaan shalat Nabi terus menggema sebelum Milad ini dimulai. Acara dibuka dengan bacaan kitab Suci Al-Quran dan kemudian ditup dengan doa. (HR)

SHARE
Comment