Gumawan Fauzi, Ganjar Pranomo dan Yasonna Laoly Disebut Ikut Nikmati Proyek e-KTP

Gumawan Fauzi, Ganjar Pranomo dan Yasonna Laoly Disebut Ikut Nikmati Proyek e-KTP

SHARE

Publik-News.com – Jaksa Penuntut Umum dari KPK terus mengungkap nama yang diduga terlibat dalam skandal pengadaan KTP elektronik (e-KTP). Nama Gumawan Fauzi, Ganjar Pranomo dan Yasonna Laoly ikut disebut dalam dakwaan yang dibacakan jaksa

Mantan Menteri Dalam Negeri, Gumawan Fauzi disebut ikut menerima duit dari korupsi e-KTP ini dengan total USD 4,5 juta dan Rp 50 juta

“Andi Agustinus alias Andi Narogong juga memberikan uang kepada Gamawan Fauzi melalui Afdal Noverman sejumlah USD 2 juta dengan maksud agr pelelangan pekerjaan KTP berbasis NIK secara nasional (e-KTP) tidak dibatalkan oleh Gamawan Fauzi,” ujar jaksa penuntut umum pada KPK membacakan surat dakwaan dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jl Bungur, Jakarta Pusat, Kamis (9/3/2017).

Pemberian tahap pertama dilakukan Andi Narogong pada bulan Maret 2011, sedangkan  pemberian duit tahap kedua pada Juni 2011.

“Untuk memperlancar proses penetapan pemenang lelang pada pertengahan Juni 2011 Andi Agustinus alias Andi Narogong kembali memberikan uang kepada Gamawan Fauzi melalui saudaranya yakni Azmin Aulia Sejumlah USD 2,5 juta,” beber jaksa.

Jaksa melanjutkan, pada 20 Juni 2011, Gumawan Fauzi menerima nota dinas dari ketua panitia pengadaan yang mengusulkan konsorsium PNRI sebagai pemenang lelang pekerjaan e-KTP tahun 2011-2012.

“Berdasarkan usulan tersebut pada tanggal 21 Juni 2011 Gamawan Fauzi menetapkan Konsorsium PNRI sebagai pemenang lelang dengan harga penawaran Rp 5.841.896.144.993 berdasarkan surat keputusan Mendagri Nomor: 471.13-476 tahun 2011,” ujar Jaksa.

Selain itu, Jaksa menyebut pemberian juga dilakukan oleh Irman, eks Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri. Menurut Jaksa, uang yang diserahkan itu berasal dari Sugiharto

“Sebagian dari uang yang diperoleh terdakwa I (Irman) dipergunakan untuk membiayai kepentingan pribadi terdakwa I dan diberikan kepada beberapa orang di antaranya Gamawan Fauzi Rp 50 juta yang diberikan pada saat kunjungan kerja di Balikpapan, Batam, Kednari , Papua dan Sulawesi Selatan,” ujar jaksa.(Fq)

 

 

 

SHARE
Comment