Hadiri Rapat Internal Ahok-Djarot, KPU dan Bawaslu Dinilai Tak Bisa Jaga Netralitas...

Hadiri Rapat Internal Ahok-Djarot, KPU dan Bawaslu Dinilai Tak Bisa Jaga Netralitas Pilkada

SHARE

Publik-News.com – Pengamat komunikasi politik Emrus Sihombing menilai sikap KPU DKI dan Bawaslu yang menghadiri rapat internal Calon Petahana, Ahok-Djarot sebagai sikap yang tidak etis. Seharusnya, kata dia, penyelenggara pemilu itu bisa menjaga diri supaya tidak ada kesan keberpihakan.

Menurutnya, baik KPU maupun Bawaslu tidak boleh memberikan waktu lebih dari 5 menit untuk bertemu dengan paslon. Belum lagi, lanjut dia, pertemuan itu berlangsung secara tertutup.

.”Karena kalau diberi ruang maka orang yang membaca atau melihat atau mendengar akan punya banyak persepsi liar tentang pertemuan itu,” kata Emrus, Jumat (10/3/2017).

Emrus menambahkan, jika ingin menjaga netralitas Pilkada seharusnya pihak penyelenggara lebih sensitif dalam melakukan pertemuan dengan paslon. Hal itu ia katakan supaya nantinya tidak ada makna terjadi pembicaraan  khusus dalam pertemuan itu.

“Nanti publik akan memaknai adanya ketidakprofesionalan misalnya atau makna-makna lainnya. Jadi seharusnya hal ini bisa dihindari oleh penyelenggara pemilu,” kata Emrus. (Fq)

 

SHARE
Comment