Home Politik Happy Bone: Hanya Airlangga Hartanto Yang Dapat Menyelamatkan Golkar

Happy Bone: Hanya Airlangga Hartanto Yang Dapat Menyelamatkan Golkar

Publik-News.com – Ketua Bidang Kajian Ideologi dan Kebijakan Publik Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar, Happy Bone Zulkarnain, menilai hanya sosok dan figur Airlangga Hartanto yang layak menjadi Ketua Umum jika partai berlambang pohon beringin itu ingin selamat dari terpaan badai.

“Nah, dari semua kader-kader Golkar yang kita seleksi untuk bisa menyelamatkan Golkar secara cepat dan tepat, ini hanya Airlangga Hartanto,” Bone saat dihubungi, Senin (28/11/2017).

Menurut Bone, kapasitas, kapabilitas dan integritas Menteri Perindustrian (Menperin) Presiden Joko Widodo (Jokow) ini tak dapat diragukan untuk menyelamatkan Golkar yang saat ini sedang terpuruk karena masalah hukum yang dihadapi Setya Novanto.

“Dia adalah sosok yang kami anggap paling tepat untuk menjadi ketua umum jika kita ingin menyelamatkan Golkar ke depan,” katanya.

Menurut Bone, elektabilitas Golkar saat ini tinggal 10 persen. Hal ini tentu berbahaya bagi masa depan Golkar jika tidak ditata secara rapi oleh figur yang cukup mampuni. Jika tak dicarikan solusinya, elektabilitas Golkar bakal tinggal 1 digit.

“Oleh karena itu, semua pihak baik internal Golkar dan eksternal yang merasa mempunyai keterlibatan dengan Golkar merasa perlu mengambil langkah-langkah untuk menyelamatkan Golkar,” tuturnya.

“Ibaratnya kapal besar, Golkar ini sekarang yang bermasalah nahkodanya. Kalau nahkoda yang bermasalah tentu kapalnya tenggelam. Makanya harus ada yang memimpin kapal tersebut agar tidak tenggelam,” pungkas Bone lagi.

Bone juga menegaskan bahwa Golkar merupakan partai pengusung utama Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Capres 2019 yang akan datang. Dengan alasan itu, kata Bone, elektabilitas Golkar harus ditingkatkan.

“Karena Golkar merupakan partai pengusung utama Jokowi 2019. Makanya, elektabilitas Golkar enggak boleh di bawah tapi harus naik,” pintanya.

Bone menambahkan bahwa Airlangga sudah bertemu dengan Jokowi. Namun, pertemuan Airlangga dengan Jokowi tidak terkait dengan urusan Golkar melainkan sebagai Menteri yang duduk di Kabinet Kerja.

“Kalau dia mau diusung jadi ketum Golkar harus mendapat izin dari Jokowi karena dia kapasitasnya sebagai menteri. Ini prosedural yang ada di kabinet. Seperti khofifah yang meminta izin ke Presiden juga kan,” tambah Bone.

Lebih lanjut, Bone menegaskan bahwa dukungan moral Jokow kepada Airlangga untuk menjadi Ketua Umum Golkar bukan berarti Jokowi melakukan intervensi. Sebab, bagaimanapun juta, kata dia, sebagai kepala pemerintahan Jokowi tentu menginginkan setting politik di Indonesia tidak gaduh dan berjalan dengan baik serta sempurna.

“Dan bisa dikatakan bahwa Golkar merupakan diterminan faktor,” tutup dia sambari mengatakan bahwa Airlangga belum tentu berhenti diberhentikan sebagai Menteri oleh Jokowi meski menjadi Ketum Golkar. (HR/PN).

Comment