Hary Tanoe Tegaskan Belum Terima Surat Penetapan Tersangka

Hary Tanoe Tegaskan Belum Terima Surat Penetapan Tersangka

SHARE

Publik-News.com – Kuasa Hukum Hary Tanoesoedibjo, Adi Dharma mengaku sampai saat ini belum menerima salinan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) terkait kasus SMS gelap

“Sampai hari ini, detik ini, kami belum pernah menerima surat apapun. Kami tidak tahu,” kata Adi, Kamis (22/6/2017).

Ade menilai kasus ini terkasan politis. Karena seharusnya kliennya juga mendapatkan SPDP jika hal itu benar adanya.

“Putusan MK nomor 130 terkait pemeriksaan, disebutkan bahwa SPDP dikirimkan ke dua pihak, terlapor dan pelapor,” kata dia. “Sampai saat ini kami belum terima salinannya.”

Putusan MK yang dimaksud Nomor 130/PUU-XIII/2015 berisi tentang putusan uji materiil ketentuan Pasal 109 ayat (1) Undang-undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Dalam putusan itu, MK menyatakan pemberian SPDP tidak hanya kepada Jaksa Penuntut Umum melainkan juga diberikan kepada terlapor atau korban/pelapor.

Sebelumnya, Kepala Subdirektorat Penyidik di Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Yulianto mengaku sudah mendapatkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) terkait kasus SMS gelap.

Dalam surat itu, juga dicantumkan  Bos PT PT Media Nusantara Citra (MNC) Hary Tanoesoedibjo telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Saya sudah mendapatkan SPDP-nya, di mana di dalam SPDP itu sudah ditetapkan Hary Tanoe sebagai tersangka,” kata Yulianto di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan.(Fq)

 

SHARE
Comment