Hati-Hati, Lembaga Survei Bisa Jadi Pemicu Konflik Pilkada

Hati-Hati, Lembaga Survei Bisa Jadi Pemicu Konflik Pilkada

SHARE

Publik-News.com – Ketua DPP Partai Gerindra, Desmon J Mahesa menilai lembaga survei sangat berbahaya karena bisa membuat kerusuhan saat Pilkada DKI, apalagi ketika quick count (perhitungan cepat sementara) hasil perolehan suara usai pencoblosan.

“Ini kan penting dalam rangka yang paling bahaya kalau Ahok (Basuki Tjahaja Purnama) menang 1 putaran, pada saat quick count itulah kemungkinan kerusuhan itu terjadi,” kata Desmon di Jakarta.

Menurut dia, publik harus mengkritik lembaga survei dan quick count karena bisa saja menjadi pemicu kerusuhan-kerusuhan. Karena, yang patut dikhawatirkan jika dua diantara tiga pasang cagub-cawagub bertemu di putaran kedua.

“Putaran kedua bagi kita agak lebih aman, sudah tahu dong siapa yang menang. Dari angka-angka sesudah dua putaran, tidak mungkin Agus bergabung sama Ahok, tidak mungkin Anies gabung Ahok, kan logikanya gitu. Tapi kalau Ahok menang 1 putaran, lembaga survei ini yang bahaya,” ujarnya.

Ia mencontohkan seperti dua Pilpres sebelumnya hasilnya tidak singkron dengan hasil antara hasil dari Komisi pemilihan Umum (KPU) dengan hasil quick count.

“Persoalannya adalah lembaga survei kita memang betul independen atau survei-surveian. Ini wacana yang kita sampaikan ke masyarakat, rencana bagian dari introspeksi lembaga survei ikut bertanggungjawab atas dosa-dosa mereka kalau terjadi kerusuhan yang tidak jelas, yang dirugikan masyarakat,” tandasnya.

(Anam)

SHARE
Comment