Hilangkan Pembelajaran Agama, MUI: Mendikbud Langgar Undang-Undang

Hilangkan Pembelajaran Agama, MUI: Mendikbud Langgar Undang-Undang

SHARE

Publik-News.com – Majelis Ulama Indonesia angkat bicara soal adanya wacana penghapusan pembelajaran agama di sekolah. Menurut MUI, apabila wacana ini benar adanya maka dengan tentu sudah melanggar undang-undang.

“Gagasan tersebut jelas bertentangan dengan UU Nomor 20 TAHUN 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional khususnya Pasal 12 (1) butir a. UU tersebut mengamanatkan bahwa setiap peserta didik pada setiap Satuan Pendidikan berhak: mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan agama yang dianutnya dan diajarkan oleh pendidik yang seagama,” ujar Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa’di,di Jakarta, Rabu (14/6/2017).

Menurutnya, UU tersebut sudah dengan jelas memerintahkan agar memberikan pembelajaran agama disatuan pendidikan.

Zainut melanjutkan, maksud dari UU ini sebagaimana tertulis dalam ketentuan umum adalah kelompok layanan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan pada jalur formal, nonformal, dan informal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan.

“Jadi setiap siswa yang menempuh pendidikan baik itu di jalur formal, nonformal maupun informal itu berhak mendapatkan pendidikan agama, dan sekolah wajib memberikan pendidikan agama kepada siswa bahkan lebih ditegaskan dalam UU tersebut,” tegas anggota DPR RI dari Fraksi PPP

Sebelumnya, Mendikbud Muhadjir Effendy mengatakan pembelajaran madrasah diniya bisa dikonversi pembelajaran agama. Untuk selanjutnya, sekolah dapat mengajak siswa belajar agama di masjid, ataupun di tempat ibadah lainnya.

“Sama sekali tak benar anggapan bahwa saya akan menghapus pelajaran agama. Yang ada adalah pelajaran yang ada di madrasah diniyah akan melengkapi, ” ujar Muhadjir, di Jakarta, Selasa (13/6/2017). (Fq)

 

SHARE
Comment