Home Politik HUT Demokrat, SBY Bicara Perampasan Hak Suara Rakyat

HUT Demokrat, SBY Bicara Perampasan Hak Suara Rakyat

Publik-News.com – Di hari ulang tahun Partai Demokrat ke-16, sang ketum, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan kadernya supaya tidak lupa dengan sejarah dan peka terhadap kondisi bangsa saat ini.

“Kalau kita melakukan kilas balik secara partai kita, kita bisa mengatakan Demokrat adalah anak kandung reformasi. Karenanya, sejak kelahirannya, Partai Demokrat menginginkan di negeri ini demokrasi mekar dan tumbuh dengan tertib dan damai,” kata SBY di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (9/8/2017).

Menurut SBY, krisis yang terjadi di masa lampau perlu diingat dan dipelajari. SBY menyebut negara ini dulu sempat terpuruk dan bahkan akan jatuh.

“Tahun depan, tahun 2018, bulan Mei 2018 adalah genap 20 tahun reformasi kita. Sebagai salah seorang pelaku sejarah, saya mengajak saudara semua untuk sama-sama mengingat kembali mengapa negara yang kita cintai ini dulu mengalami krisis besar yang hampir saja menjadikan Indonesia negara gagal, fail state,” tuturnya.

SBY mengingatkan adanya pembungkaman suara menyampaikan pendapat di masa lalu sehingga menimbulkan tidak stabilnya politik dan keamanan. SBY berharap pemerintah saat ini tidak seperti yang dulu.

“Di masa silam seolah kita harus memilih stabilitas politik dan keamanan atau kebebasan. Sekarang negara mesti bisa menjamin tegaknya stabilitas politik dan keamanan tanpa harus menghilangkan hak rakyat untuk dapat menyampaikan pandangan dan suaranya,” tegasnya.

“Tugas besar kita ke depan ini semua penyakit itu harus kita singkirkan dan jangan sampai masyarakat dan bangsa kita dihinggapi kembali. Memang tidak selalu mudah membuat Indonesia menjadi negara yang benar-benar aman dan damai, adil, demokratis, dan sejahtera, termasuk terbebasnya dari serangan penyakit-penyakit tadi,” imbuh SBY.
 

Comment