ICMI Tegaskan Mempidana LGBT Tak Langgar HAM

ICMI Tegaskan Mempidana LGBT Tak Langgar HAM

SHARE

Publik-News.com – Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) setuju pelaku lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) dipidana. ICMI menyatakan pemidanaan perilaku LGBT tidak termasuk melanggar hak asasi manusia (HAM).

Demikian disampaikan Dewan Pakar ICMI Pusat Anton Tabah Digdoyo. Ia justru heran dengan kelompok yang menolak pemidanaan pelaku LGBT.

“Kalau LGBT itu HAM, tidak mungkin semua agama melarangnya. Dan tidak mungkin semua kitab suci mengutuknya,” kata Anton, Senin (22/1/2018).

Terlebih, kata Anton, bangsa Indonesia layak merujuk kepada agama. Sebab, dasar NKRI adalah Ketuhanan Yang Maha Esa yang mewajibkan setiap WNI tanpa kecuali harus menaati agamanya, dengan berdasarkan kitab sucinya. Hal itu sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945 pasal 28E, 28F dan 29 ayat 1.

“Setiap wakil rakyat wajib memahami Pancasila dan UUD 1945. Jangan kalah dengan Presiden Rusia Putin. Negara dengan background ideologi komunis saja bisa tegas melarang LGBT. Kenapa NKRI tdak?” tegas Anton.

Anton juga mengaku malu jika ada penyelenggara negara di NKRI dengan warga muslim terbesar di dunia, malah berupaya menyetujui LGBT sebagai HAM, dengan berbagai dalih dan substansi tidak berdaya terhadap tekanan berbagai kepentingan global. Jika itu terjadi, kata dia, betapa lemahnya kedaulatan RI saat ini di mata asing.

Selain itu, Anton menyatakan setuju statemen artis dunia Alexander David Brodie yang terkenal dengan nama Samanta, laki-laki darah Indonesia Skotlandia yang pernah merubah dirinya menjadi wanita dan kini sadar kembali menjadi laki-laki. Bahkan, kini menjadi mualaf dan jadi Muslim yang taat.

“Dalam buku berjudul Samanta & Me, ia dengan tegas menyatakan LGBT adalah penyakit sangat menular, bahkan menjadi kriminal dasar kemanusiaan yang harus disetop, dan jika tidak mau, negara harus menghukum atas kejahatannya itu,” tutup dia. (Ts/PN).

SHARE
Comment