ICW Nilai Tudingan Fahri Soal Kasus e-KTP Ingin Lindungi Setya Novanto

ICW Nilai Tudingan Fahri Soal Kasus e-KTP Ingin Lindungi Setya Novanto

SHARE

Publik-News.com – Indonesia Corruption Watch (ICW) geram dengan ulah  Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah yang menuding kasus e-KTP hanyalah bentuk rekayasa belaka. ICW menganggap pernyataan Fahri itu teleh melecehkan persidangan.

“Ya berarti dia (Fahri) tidak mengikuti persidangan, ucapan Fahri itu sudah melecehkan persidangan. Itu bisa dinilai sebagai penghinaan fakta persidangan,” ujar peneliti ICW Donal Fariz saat dihubung, Selasa (4/7/2017) malam.

Menurutnya, dalam kasus ini, para saksi dan terdakwa di dalam persidangan sudah disumpah untuk menyampaikan fakta-fakta dalam persidangan.

“Ada keterlibatan pihak-pihak tertentu seperti Setya Novanto, pihak-pihak yang mengatur pelelangan itu mengatur pihak-pihak dan permainan di dalam. Jadi pernyataan itu menurut saya pernyataan yang melecehkan persidangan, itu poin saya yang pertama,” katanya.

Ia menduga sikap Fahri ini sebagai upaya untuk melindungi Ketua DPR, Setya Novanto dalam jeratan kasus e-TKP. Ia juga menganggap sikap Fahri mengincar sesuatu yang sebetulnya sudah diincar oleh penyidik.

“Poin yang kedua aneh sekali, ini sikap Fahri seperti melindungi Setya Novanto, ada apa? Kenapa sangat terkesan melindungi Setya Novanto dan berani melawan partainya untuk itu?” imbuh Donal.

“Jadi aneh sekali sikap Fahri ini sangat ngotot melindungi Setya Novanto di dalam kasus e-KTP, dengan membabi buta menyerang KPK sampai bahkan menyebut KPK harus dibubarkan. Jadi menurut saya ini sikap yang mengindikasikan ada sesuatu tertentu yang diincar dan diupayakan oleh penyidik,” tambahnya.

Sebelumnya, Fahri menyebut kasus e-KTP yang ditangani KPK saat ini hanyalah omong kosong. Karena menurut Fahri, kasus ini hanyalah permainan dari beberapa orang saja.

“Jadi gini loh, percaya, kasus e-KTP itu omong kosong. Permainannya Nazaruddin sama Novel, dan Agus Rahardjo. Udah percaya, bohong semua ini, masak ada rugi Rp 2,3 triliun, dari mana ruginya,” kata Fahri di gedung DPR, Jakarta Pusat, Selasa (4/7).(Fq)

 

SHARE
Comment