Indonesia Belum Miliki Regulasi Hukum Nasional Secara Spesifik Tentang Perompakan

Indonesia Belum Miliki Regulasi Hukum Nasional Secara Spesifik Tentang Perompakan

SHARE

Publik-News.com – Anggota DPR RI, Charles Honoris mengatakan bahwa Indonesia selalu menjadi target para perompak di Asia tenggara. Pasalnya, di Asia tenggara, Indonesia menempati posisi teratas dengan Jumlah kasus perompakan terbanyak.

“Indonesia yang dikenal sebagai bangsa pelaut ternyata menyumbang angka perompakan terbesar didunia khususnya di Asia Tenggara. di Tahun 2014 ada 141 kasus perompakan di Asia tenggara dan 100 kasus terjadi di Indonesia,” ujar Charles Honoris, Jumat (29/7/2018).

Dia menjelaskan, itu juga menambahkan bahwa Indonesia sampai saat ini belum memiliki regulasi hukum Nasional yang secara spesifik mengatur tentang perompakan.

“kita ketahui bersama bahwa indonesia sampai saat ini belum memiliki sebuah regulasi Hukum”,tambahnya.

Salah satu regulasi yang mendekati , tambah dia, adalah yang tertulis dalam pasal 438 KUHP,dalam pasal tersebut kejahatan pelayaran yang dimaksud adalah pembajakan. Padahal persepsi hukum internasional yang saat ini dipakai adalah perompakan beda persepsi inilah yang membuat kita belum mampu menangani kasu perompakan secara serius.

Untuk itu, pemerintah perlu melakukan langkah-langkah kongkrit, yaitu menjadi menjadi kerangka hukum untuk Asean agar tercipta komitmen bersama untuk mencegah, menangkal, menangkap dan menghukum pelaku kejahatan perompakan serta menjadi motor penggerak terwujudnya kesepakatan atas mekanisme yang efektif di ASEAN dalam memerangi perompakan dan kejahatan dilaut.

(Hurri Rauf)

SHARE
Comment