Indonesia Terancam Gagal Manfaatkan Bonus Demografi

Indonesia Terancam Gagal Manfaatkan Bonus Demografi

SHARE

Publik-News.com – Indonesia kini berada pada fase paling menentukan keberhasilannya dalam memanfaatkan bonus demografi pada tahun 2020-2030. Apabila tidak berbenah maka Indonesia terancam gagal memanfaatkan bonus demografi.

Indikatornya, mengutip data Badan Pusat Statistik, Angka Partisipasi Kerja 2015 yang tercatat masih sekitar 66 persen dengan kenaikan yang relatif lambat. Ini menunjukan pemanfaatan pertumbuhan jumlah penduduk usia produktif masih belum optimal.

“Rendahnya angka tersebut menunjukkan masih tingginya jumlah pengangguran yang berdampak pada rendahnya tingkat produktivitas,” kata Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Gerakan Mahasiswa Kosgoro Untung Kurniadi kepada wartawan di sela-sela Seminar Nasional Pemanfaatan Demografi Indonesia di Sektor Pariwisata, Kebaharian dan Ekonomi Kreatif pada Selasa (29/8/2017).

Namun indikasi tersebut masih belum final. Karenanya Indonesia perlu belajar dari Jepang pada tahun 1950, Korea Selatan pada tahun 1970 dan Tiongkok pada tahun 1990 yang sukses memanfaatkan bonus demografi hingga menjadi negara maju.

Untung juga mengungkapkan ada lima hal pokok yang harus dibenahi dalm rangka menghadapi bonus demografi. Kelima hal itu adalah investasi pada bidang pendidikan, kesehatan, perbaikan kualitas tenaga kerja, pembukaan lapangan kerja dan yang terahir adalah pemerataan pembangunan.

Keberhasilan China, dapat dilihat dari penciptaan industri rumah tangga yang memproduksi berbagai komponen-komponen peralatan elektronika sehingga menciptakan lapangan pekerjaan yang sangat luas di negeri tirai bambu tersebut.

Sedangkan Korsel berhasil mengarahkan industri-industri rumah tangganya untuk membuat komponen telepon genggam alias handphone (HP).

Ia menyarankan agar Pemerintah Indonesia bisa menerapkan pola serupa agar bonus demografi yang dialami Indonesia tidak berubah menjadi bencana demografi karena banyak orang tidak mendapat pekerjaan.

“Jadi kalau mau berhasil, Indonesia harus bisa bikin pemerataan pembuatan komponen di daerah-daerah. Tiap daerah punya spesifikasi industri sendiri dan yang beda-beda itu disatukan dalam satu produk menjadi produk nasional‎,” katanya. Dan bonus demografi harus menjadi berkah bukan musibah. (PN).

SHARE
Comment