Ingin Jadi Partai Pemenang, PPP Sisir Generasi Milenial

Ingin Jadi Partai Pemenang, PPP Sisir Generasi Milenial

SHARE

Publik-News.com – Hampir semua Partai Politik tengah memperebutkan generasi muda atau generasi milenial untuk mengisi ruang-ruang kosong dalam proses pengambilan kebijakan politik. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) adalah salah satu contohnya.

Hal tersebut dikatakan Wasekjen DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi pada acara diskusi bertajuk “Startup Politik: Membaca Arah Baru Politik Generasi Milenial” di Cafe Tjikini Lima, Menteng, Jakarta, Sabtu (28/10/2017). Diskusini publik ini diselenggarakan oleh Himpunan Jurnalis Indonesia (HJI).

Menurut Baidowi, bukti nyata bahwa PPP memberikan ruang kepada generasi milenial adalah adanya dengan sejumlah pemuda yang menjadi pengurus di partai berlambang kabah tersebut. Bahkan, pucuk pimpinan PPP dipimpinan anak muda, Mohammad Romahurmuziey.

“PPP selama ini dicitrakan sebagai partainya orang-orang tua. Waktu saya (masih jadi wartawan) liputan, mencari anak muda anggota DPR dari PPP tidak ada. Tapi sekarang ini sudah pak Arwani Thomafi, pak Romy, Mahfud Yunus, dan Reni Marlinawati,” katanya.

Baidowi meyadari PPP akan ditinggal pemilih jika tidak membaca dan menerima aspirasi serta keinginan anak-anak muda. Apalagi, generasi milenial, diakuinya, akan menjadi penentu kemenangan partai politik pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 yang akan datang.

“Generasi ini kritis. Ketika parpol tidak punya ekspektasi, dia akan tinggalkan. Makanya, Parpol harus mampu mengikuti perkembangan zaman, jika tidak ya akan ditinggal karena generasi milenial ini jumlahnya sangat besar,” ujar Baidowi.

Baidowi yang juga anggota Komisi II DPR RI ini mengakui jika generasi milenial tidak ideolgis dan loyal kepada partai politik. Mereka mudah berpindah haluan dalam menentukan pilihan. Maka itu, katanya, harus ada pendekatan khusus jika ingin mengajak mereka.

“Mayoritas (partai politik) yang mendekati mereka ini gampang-gampang susah karena generasi milenial ini tidak ideologis. Maka itu, tantangan partai politik ialah mencari formula yang tepat untuk memikat Generasi Y tersebut,” kata Baidowi. (HR/PN)

SHARE
Comment