Ingin Periksa Habib Rizieq di Arab Saudi, Sikap Komnas HAM Terbelah

Ingin Periksa Habib Rizieq di Arab Saudi, Sikap Komnas HAM Terbelah

SHARE

Publik-News.com – Silang pendapat terjadi ditubuh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia untuk menanggapi permintaan Habib Rizieq agar disusul ke Arab Saudi untuk diperiksa sebagai korban atas kriminalisasi yang dilakukan  negara terhadapnya

Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Imdadun Rahmat menegaskan pihaknya tidak bisa menyanggupi permintaan Habib Rizieq karena terkendala dari biaya yang terbilang cukup mahal.

“Jelas tidak memungkinkan bagi Komnas HAM membiayai perjalanan ke luar negeri yang high cost untuk sekadar mendapat keterangan dari Habib Rizieq,” ujar Imdadun saat dihubungi, Jumat (12/5/2017).

Menurutnya, Komnas HAM menjadi mitra kerja Komisi III DPR hanya mendapatkan anggaran cukup kecil, yakni Rp 72 Miliyar tiap tahunnya, itupun habis untuk gaji staf.

Ia menjelaskan dalam undang-undang Komnas HAM dalam melakukan penyelidikan mempunyai hak untuk melakukan pemanggilan, bukan sebaliknya, yakni diatur dalam Pasal 89 ayat 3(c) yang memberikan kewenangan bagi Komnas HAM melakukan ‘pemanggilan kepada pihak pengadu atau korban maupun pihak yang dilakukan untuk dimintai dan didengar keterangannya’.

“Jadi ini perlu diklarifikasi, bahwa yang punya kewenangan untuk memanggil adalah Komnas HAM, bukan sebaliknya,” kata Imdadun. “Dan perlu saya tegaskan, kami dari jajaran Komnas HAM sama sekali belum rembukan menanggapi aduan ini.”tuturnya.

Namun, hal itu berbeda dengan apa disampaikan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai bahwa sudah menjadi kewajiban Komnas HAM mendatangi korban untuk melakukan penyelidikan.

Ia mengatakan saat ini sudah disiapkan tim untuk diberangkatkan ke Arab Saudi untuk memeriksa Habib Rizieq.

“Kemungkinan kami akan kumpul sedikit sedikit untuk mengutus satu orang ke sana,” kata Pigai

Sebelumnya, Habib Rizieq  meminta Komnas HAM menyusulnya ke Arab Saudi karena merasa telah dikriminalisasi oleh pengusa saat ini.

“Wawancara untuk penyelidikan pelanggaran HAM yang dilakukan oleh rezim penguasa. Akan diwawancarai sebagai korban teror dan kriminalisasi,” kata Ketua Presidium Alumni 212 Ansufri ID Sambo alias Ustadz Sambo.(Fq)

 

SHARE
Comment