Ingin Usut Spanduk Larangan Shalatkan Jenazah Pendukung Ahok, Polisi Koordinasi Dengan Bawaslu

Ingin Usut Spanduk Larangan Shalatkan Jenazah Pendukung Ahok, Polisi Koordinasi Dengan Bawaslu

SHARE

Publik-News.com – Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, sudah berkoordinasi dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait adanya pemasangan spanduk di Masjid yang menolak mensholatkan janazah pendukung cagub-cawagub nomor urut 2, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok-Djarot Syaiful Hidayat.

Menurutnya, koordinasi dengan penyelenggara Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta itu untuk menyelidiki apakah pemasangan spanduk di Masjid tersebut merupakan pelanggaran atau tidak.

“Kami koordinasi dengan semua instansi masyarakat untuk tidak melakukan pelanggaran,” ujar Argo saat di hubungi, jakarta, Jumat (3/3/2017).

Menurut Argo, jika pemasangan spanduk itu merupakan pelangaran Pemilu maka Bawaslu diminta melaporkan kasus yang membuat heboh warga Jakarta itu. Disebutkan Argo, polisi tak bisa bertindak jika tidak ada yang melaporkan.

“Kalau itu masuk ke ranah Pilkada, ya kami tunggu dari Bawaslu. Aturannya kan gitu kalau itu masuknya ke UU Pilkada” kata Argo.

Untuk diketahui, spanduk yang berisi ancaman tidak akan menshalatkan janazah pendukung Ahok dipasang di sebuah Masjid yang berada di Gang BB, Kelurahan Karet, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, yaitu masjid Al Jihad. (TK)

Comment