Ini Alasan Mendagri Belum Berhentikan Ahok

Ini Alasan Mendagri Belum Berhentikan Ahok

SHARE

Publik-News.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo mengaku belum bisa memberhentikan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai Gubernur DKI karena belum menerima salinan surat putusan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara tentang vonis terhadap Ahok dalam kasus penodaan agama.

“Pejabat kami baik Dirjen Otonomi Daerah (Otda) dan pihak sekretariat negara sudah jemput bola ke PN Jakarta Utara. Kami meminta salinan keputusan PN sebagai dasar langkah pemerintah, atau minimal nomor salinan keputusannya,” ujar Tjahjo di Jakarta Selatan, Rabu (17/5/2017).

Tjahjo mengatakan salinan itu nantinya menjadi bukti jika Ahok bersalah melakukan penodaan agama.

“Dasar penetapan (pemberhentian) tidak bisa berdasarkan pernyataan dari media massa atau dari ‘katanya-katanya’,” ungkap Tjahjo.

Sebelumnya, Kemendagri mengangkat Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat  menjabat Plt Gubernur DKI Jakarta karena posisi Ahok sedang ditahan. Hal ini berdasarkan pasal 65 ayat 3 UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Pemda)

“Karena (Ahok) ditahan, sebagaimana vonis hakim dua tahun penjara, agar pemerintahan di DKI tetap berjalan maka dengan pertimbangan Gubernur Ahok ditahan dan tidak bisa menjalankan tugas sehari-hari, maka sore ini jam 16.30 WIB di Balai Kota DKI, saya akan memberikan surat penugasan kepada Wagub sebagai Plt Gubernur DKI,” kata Tjahjo di Jakarta, Selasa (9/5/2017).(Fq)

 

SHARE
Comment