Ini Alasan Tersangka Dibalik Bom Samarinda

Ini Alasan Tersangka Dibalik Bom Samarinda

SHARE

Publik-News.com-Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Polisi Tito Karnavian, mengatakan tersangka Juhanda melempar bom molotov ke jemaat Gereja Oikumene tujuannya adalah untuk membuat kekacauan.

“Ya biasa, selalu berusaha menimbulkan kekacauan itu saja,” kata Tito di Mako Brimob Polri, Depok, Jawa Barat, Senin, 14 November 2016.

Tito menyarankan agar masyarakat bisa tenang dan selau waspada. Kepolisian akan mengusut pelaku dibalik pengeboman tersebut. “Tapi masyarakat harap tenang,” ujarnya menambahkan.

Sementara itu, ┬áKepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Inspektur Jenderal Polisi Boy Rafli Amar┬ámengatakan tersangka ini sebetunya ingin menyakiti orang yang nantinya bisa terjadi kekacauan. “Motifnya ingin menyakiti orang saja,” kata Boy di tempat yang sama.

Boy menambahkan, penyidik akan terus mengembangkan kasus ini sampai nanti bisa ditemukan jaringan teroris dibelakangnya. Karena tersangka merupakan residivis kasus teror bom buku yang terjadi di Jakarta pada 2011

“Sudah ditetapkan sebagai tersangka Juhanda, sudah diamankan,” ujarnya.

Akibat kejadian ini, satu orang belita meninggal dunia setelah sebelumnya mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Abdul Wahab Sjahranie, Samarinda. Belita ini meninggal karena luka bakar 80 persen di tubuhnya.

Tiga korban lainnya, Triniti Hutahaen, Anita Christabel, dan Alfarou Sinaga yang saat ini masih mendapatkan perawatan. Ketiganya terkena bom karena sedang bermain ditempat parkir. (faruq)

 

SHARE
Comment