Ini Lima Tersangka Bandar Narkotika Yang Terjerat Kasus TPPU

Ini Lima Tersangka Bandar Narkotika Yang Terjerat Kasus TPPU

SHARE

Publik-News.com – Setelah menerima laporan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Badan Narkotika Nasonal (BNN) tengah menyelidiki Laporan Hasil Analisis (LHA) keuangan mencurigakan senilai Rp 3,6 Triliun milik jaringan bandar Narkoba.

Deputi Pemberantasan BNN Arman Depari mengatakan, dalam menangani kasus narkotika, BNN bersama aparat penegak hukum lainnya selalu menjerat para tersangka terutama bandar Narkoba dengan Undang-Undang TPPU terhadap tindak pidana asalnya (narkotika).

“Agar mereka (para pelaku) jera dan tidak dapat lagi melakukan kejahatan narkotika meski telah berada dalam penjara selama menjalani hukumannya dalam tindak pidana asalnya,” ujar Arman di kantor BNN, Jumat (19/8/2016).

Arman menyebutkan, setidaknya ada 7 (tujuh) orang tersangka, yang saat ini masih dalam proses penyidikan. Beberapa tersangka pemilik barang haram tersebut sudah diserahkan kepada JPU,

“Dan sisanya sedang dalam proses pemeriksaan persidangan pengadilan,” katanya.

Menurut Arman, ketujuh tersangka tersebut adalah

Pertama, TSK SUWANDAR alias KOKO, yang diamankan pada Kamis, 2 Juli 2015 lalu. Tersangka ini memiliki barang bukti 2.221,1 Gr sabu. Napi Lapas Martapura Kalimantan Selatan dengan vonis 12 tahun penjara ini kemudian dikenakan delik TPPU dengan aset senilai Rp 4.656.511.343, dan masih dalam penelitian JPU Kejaksaan Agung RI.

Kedua, TSK DRS. EC. ANANTA LAINGGARA alias ALVIN JAYADI. Dia diamankan pada Selasa, 13 Oktober 2015 lalu karena diduga terlibat dalam bisnis narkotika dengan jaringan AGBASII CHIKA OGECHI als CHIKA (VVN Nigeria).

Napi narkotika di Lapas Cipinang dengan vonis 20 tahun penjara ini memiliki aset senilai Rp 6.015.000.000,=. Berkas perkara kasus ini telah dinyatakan Iengkap (P21) oleh JPU dan akan segera dilimpahkan Tahap ll.

Ketiga, TSK GUNAWAN PRASETIO, warga Tebing Tinggi, Sumatera Utara. Dia diamankan BNN pada Kamis, 14 Januari 2016 lalu karena diduga terkait dengan jaringan sindikat Narkoba, salah satunya Pony Chandra.

Total aset yang disita dari Gunawan Prasetio adalah sebanyak i Rp 17 Miliar, Hingga kini masih dalah tahap persidangan di Pengadilan Negeri Tebing Tinggi, Sumatera Utara.

Keempat, TSK FAHRUL RAZI dan MUKHTARUDDIN, warga Aceh Timur ini ditangkap BNN pada Sabtu, 19 Maret 2016 lalu dengan barang bukti berupa 11 Kg sabu dan 4.951 butir ekstasi. Selain UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, keduanya dikenakan delik TPPU, dengan nilai aset yang disita mencapai i Rp 16 Miliar.

Hingga kini berkas perkara keduanya masih dalam penelitian Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Agung RI.

Kelima, TOGIMAN alias TOGE dan AKP iCHWAN LUBIS, diamankan di Medan pada Jumat 1 April 2016 lalu, karena diduga telah melakukan TPPU narkotika dengan barang bukti 20,5 Gram sabu, 46.000 butir ekstasi, dan 600.000 butir H-5. Dari keduanya, BNN menyita aset senilai 1Rp 17.608.000.000,=. Berkas perkara Tahap ll sudah dilimpahkan ke JPU Kejaksaan Agung RI.

“Delik TPPU merupakan langkah yg sangat strategis dalam supply reduction, memutus mata rantai jaringan pelaku tindak pidana narkotika, karena disamping dikenakan pasal dalam UU Narkotika juga ditambah dengan Pasal 8 Tahun 2010 UU TPPU,”

(Hurri Rauf)

SHARE
Comment