Inilah 3 Faksi Di Tubuh Golkar Yang Berpolemik Pasca Novanto Ditahan

Inilah 3 Faksi Di Tubuh Golkar Yang Berpolemik Pasca Novanto Ditahan

SHARE

Publik-News.com – Internal Partai Golkar terus bergejolak setelah Ketua Umumnya, Setya Novanto resmi ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena sudah menyandang status tersangka dugaan kasus korupsi Kartu Tanda Penduduk-elektronik (e-KTP).

Ketua DPR RI ini kini menjalani hidup di balik jeruji besi, kendati sudah mengajukan gugatan praperadilan. Namun demikian, sebagian elit Golkar tak ingin partai berlambang pohon beringin ini dipimpin Novanto.

Anggota Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) Mirwan Vauly, mengatakan ada tiga faksi yang tengah berdebat di tubuh Golkar. Menurut Mirwan, ketiga faksi tersebut berbeda-beda dalam menyikapi kasus yang tengah membelit Novanto. Bahkan, salah satunya adalah meminta agar ada perubahan.

Pertama, faksi properubahan yang menghendaki segera munaslub, faksi ini tegas meminta partai Golkar tidak saja sekedar munaslub dalam waktu singkat. Tetapi, faksi ini juga bekerja terus menyuarakan agar komitmen Partai Golkar untuk bersih bersih, antikorupsi, menjunjung tinggi etika dan rasa malu.

“Faksi ini dimotori para anak anak muda yang melihat Indonesia lebih jauh ke depan,” jelas Mirwan dalam pesan singkatnya, Minggu (26/11/2017).

Faksi kedua, kata dia, adalah, antiperubahan atau atau faksi status quo. Golongan ini masih bertahan menunggu kembalinya Novanto sebagai pahlawan Golkar. Faksi inilah yang saat ini konon merasa memegang kendali Partai Golkar, dan merasa paling legal berbicara atas nama partai. “Selain mereka tidak boleh, dilaporkan ke polisi,” tambahnya.

Dan faksi ketiga adalah faksi yang memilih jalan tengah. Faksi ini tidak masalah andaikan Golkar menggelar atau tidak menggelar Munaslub. OLeh Mirwan, Faksi ini biasa disebut ‘faksi no problem’. Mereka menganggap organisasi itu harus berposisi seperti Pandito Destarata raja hastinapura yang tidak boleh berpihak.

“Orang merusak dan orang memperbaiki sama saja di mata faksi ketiga ini. Semua harus direspons sebagai kekuatan politik. Biarkan keduanya bertempur hingga hastinapura runtuh tinggal nama. Ketiga faksi ini mewarnai hari hari partai golkar menyikapi kasus hukum setya novanto di ruang publik,” katanya. (PN)

SHARE
Comment