Home Regional Inilah Strategi KNCI dalam Menghadapi Tantangan Digital

Inilah Strategi KNCI dalam Menghadapi Tantangan Digital

384

Publik-News.com – Aturan Pemerintah pusat terkait pembatasan kepemilikan kartu perdana hingga menjamurnya pembelian pulsa via akun modern channel sudah hampir mematikan pedagang pulsa ritel di seluruh Indonesia.

Menurut Qutni Tyasari Ketua Umum Kesatuan Niaga Celular Indonesia (KNCI) demisioner hingga kini penurunan omset para anggota sudah lebih dari 50 persen.

Bagi KNCI kebijakan pembatasan kepemilikan kartu perdana sama saja membuat usaha mereka terhenti, karena sebagian besar outlet penjual pulsa harus memiliki 5 kartu.

“Dengan adanya KNCI, pemerintah melalui kementrian Kominfo sudah melunak dan membolehkan outlet mendaftarkan diri atas kepemilikan lebih dari 4 simcard mereka,” beber Qutni.

Hal tersebut disampaikan Qutni disela acara Jambore Nasional KNCI di Surabaya dengan tema “Membangun Kekuatan Outlet Seluler Sebagai Basis UMKM Untuk Meningkatkan Perekonomian Masyarakat”.

Lalu bagaimana dengan persaingan head to head antara moderen channel seperti pembelian pulsa melalui channel e-commerce dan lainnya?.

Abas, Sekretaris Jenderal KNCI mengaku memang tak memungkiri moderen channel adalah perkembangan zaman yang tak bisa ditolak.

“Namun kami sudah punya strategi untuk memenangkan persaingan, sehingga anggota kami bisa terus berbisnis jualan pulsa ditengah maraknya tantangan saat ini,” sela Abas.

Jambore Nasional KNCI yang diikuti 1200 peserta yang berasal dari 21 DPD seluruh Indonesia, tak sekadar membahas tentang urusan internal organisasi mereka tetapi KNCI juga menguatkan posisi mereka di mata pemerintah.

Salah satunya dengan adanya upaya Kamar Dagang Indonesia (Kadin) untuk merangkul anggota KNCI sebagai anggota dari sektor pengusaha UMKM.

Sebab secara nyata usaha ritel produk seluler atau yang dalam keseharian dikenal dengan istilah “konter pulsa” menjadi sektor usaha kecil dan menengah (UMKM) yang ternyata mampu membuka lapangan pekerjaan hingga jutaan pekerja dari seluruh Indonesia.

Lebih jauh lagi, ketahanan ekonomi masyarakat, tentu harus menjadi prioritas pembangunan ekonomi nasional oleh negara.

Acara Musyawarah dan jambore nasional V KNCI pun menghadirkan M Rizal dari KADIN Jatim yanv membawahi bidang UMKM dan Pemberdayaan daerah.

M. Rizal menyampaikan Sektor Riel yang di naungi KNCI ini adalah sektor ritel nyata yang sangat berbasis pada pemberdayaan UMKM, ada beberapa hal yang menjadi perhatian khusus di UMKM terutamanya adalah sektor permodalan dan regulasi.

“Banyak UMKM kita yang kadang kala mengabaikan atau tidak mau tertib administrasi pembukuan padahal kalau melihat prospek usaha ritel ini sangat fleksibel,” tuturnya.

Oleh karena itu KNCI kedepan bisa melakukan intensitas komunikasi dengan stakeholder perbankan, regulator,  maupun operator, KadinJatim maupun yang di pusat siap menjadi penyambung komunikasi kepentingan KNCI beserta anggotanya yang berbasis UMKM ini, karena bagaimanapun KADIN itu adalah tempat atau wadah nya para pengusaha baik yg skala besar maupun skala kecil sekalipun. (PN)

Comment