Home Politik Inilah Ulasan Ketum GP Ansor Perihal Muslim Rohingya Ditindas dan Dibunuh

Inilah Ulasan Ketum GP Ansor Perihal Muslim Rohingya Ditindas dan Dibunuh

Publik-News.com – Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Choumas akhirnya angkat bicara soal tragedi berdarah yang melanda etnis Muslim di Arakan-Rakhine, Myanmar. Dia mengulas panjang lebar hal-ikhwal penyebab kenapa etnis Muslim minoritas di Arakan-Rakhine, Myanmar disiksa, dibunuh dan terus diburu.

Menurut Gus Yaqut — panggilan akrab Yaqut Cholil Choumas, etnis muslim di negara julukan tanah emas itu disiksa, dibunuh dan terus diusir karena ada sumber daya alamm, utamanya migas, yang diperebutkan oleh sejumlah perusahan besar dari berbagai negara.

Hal tersebut diulas secara panjang leba oleh Gus Yaqut melalui akun Twitternya @GusYaqut, Jumat (1/9/2017) malam. Selain mengulas perebutan sumber daya alam, politisi dari partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, juga mengajak semua elemen tidak hanya mencari panggung, tapi juga dilakukan diplomasi, sehingga penidasan terhadap etnis Muslim Rohingya dihentikan.

Berikut adalah kulwit Gus Yaqut selengkapnya.

1. Dalam catatan GP Ansor, ada perebutan sumber daya, utamanya migas di Arakan-Rakhine yg dihuni etnis Rohingya

2. Ada pipa gas dan minyak kapasitas besar yg membentang dr Kyuk Phyu hingga perbatasan China sepanjang 803 km

3. Pipa tersebut dikelola konsorsium dengan komposisi pembagian saham yg melibatkan banyak negara. 50,9% CNPC (China), 25,04% Daewoo Int…

4…perusahaan Korea, 8,35% ONGC (India), 7,37% MOGE (Myanmar), 4,17% GAIL (India), 4,17% investor2 lainnya. Ini yg minyak

5. Gas yg punya kapasitas 105,6 jt kaki per kubik, pipanya membentang sepanjang 110 km dg kepemilikan saham yg juga beragam

6. Komposisinya: 51% Daewoo Int. Korea, 17% ONGC (India), 15% MOGE (myanmar), 8,5% KOGAS (korea). Dua komposisi diatas, baru pengelola pipa

7. Blok2 minyak dan gasnya sendiri, lebih banyak perusaan dari berbagai negara yg terlibat

8. Di semenanjung Rakhine, blok2 migas dikuasai diantaranya: daewoo, MOGE, GAIL, KOGAS, woodside petroleum (Australia), CNPC China, Shell..

9….Petronas (Malaysia), MOECO (Jepang), Statoil (Norwegia), Ophir Energy (Inggris), Parami Energy (Myanmar), Total (Prancis)…

10…PTTEP (Thailand), dan Petronas Carigali (Malaysia). Nggak ada Pertamina, perusahaan migas plat merah kebanggaan negeri ini

11. Daerah tsb punya cadangan terbukti sebesar 7,836 trilliun kaki kubik gas & 1,379 milliar barrel minyak. Wow kan?

12. Itu yg di semenanjung. & di daratan,tepatnya di Arakan, punya cadangan terbukti 1,744 triliun kaki kubik gas & 1,569 miliar barel minyak

13. Yg di daratan ini dikelola North Petro-Chem Corp (China), Gold Petrol (Myanmar), Interra Resources (Singapura), Geopetrol (Prancis)…

14…Petronas Carigali, Petroleum Brunei, IGE Ltd. (Inggris), EPI Holdings (Hongkong/China), Aye Myint Khaing (Myanmar), PTTEP Thailand…

15…MOECO Jepang, Palang Sophon (Thailand), WIN Resources (USA), Bashneft (Rusia), A1 Construction (Myanmar)..

16…Smart Technical Services (Myanmar), Myanmar Petroleum Resources dan ONGC (India). Blok2 tsb habis masa kontrak 2017. Emmmm….

17. GP Ansor menarik benang merah pd konflik geopolitik yg berdarah dan mengakibatkan tragedi kemanusiaan pd daerah2 kaya sumber daya alam..

18…khususnya migas, bukan khas myanmar atau etnis Rohingya. Tp jg di belahan bumi yg lain. Ini semacam kutukan sumber daya

19. Sebab itulah, GP Ansor melihat apa yg tjd di Rohingya tdk lepas dr perebutan sumber daya alam yg besar itu.

20. Boleh nggak istirahat dulu? Banyak tamu nih.. Sekalian kasih kesempatan yg mau nyinyir2 ngasah dengkul dulu..

21. Oke. Lanjut yaa.. Yg sudah ngasah dengkul, tarik nafas dulu. Lalu semburin jidat. Biar makin hitam.

22. Besarnya smber daya tsb mbuat koorporasi yg berkelindan dgn kuasa, mencari jalan pintas. Drpd bebaskan lahan, pengusiran jd jalan pintas

23. Saya harus katakan ini Bangsat! Myanmar ini bekas junta militer. Akses serba tertutup. Sulit bg mereka cari duit. Hatta pinjaman

24. Persekusi, pembantaian, pengusiran dan kekejaman atas manusia lain, digunakan utk memperluas lahan. Agama dijadikan cover

25. Kepada dunia luar, apa yg terjadi di Rohingya ini menutup persoalan sebenarnya. Kemanusiaan jadi korban. Agama dijadikan kambing hitam

26. GP Ansor mencermati, agama mayoritas yg sebenarnya moderat lebih memilih diam. Bukan malah memberikan pembelaan

27. Ini contoh paling menjijikkan & memuakkan atas mayoritas yg memilih diam. Apalagi Aung San Suu Kyi. Nobel yg diterima, pantas dicabut!

28. Bukan hanya mengutuk. Persoalan di Rohingya ini harus ada penyelesaian. Sembari terus digalang bantuan kemanusiaan

29. Anatomi persoalan jg penting. Agar tdk salah arah. Tak kunjung selesai atau malh memperparah tragedi. Diagnosanya harus pas. Dosis tepat

30. Dgn anatomi yg digambarkan oleh GP ansor tsb, memang terlihat sulit menyelesaikan persoalan di Rohingya. Tp tetap harus dilakukan..

31. Berharap pd negara2 ASEAN tentu sulit krn sebgn besar perusahaan nasional mrk terlibat di daerah konflik tsb. Hanya Indonesia yg mungkin

32. Selain tdk ada perusahaan Indonesia yg beroperasi di sana, Indonesia adalah negara terbesar di kawasan dan disegani

33. Juga, Indonesia berkomitmen dlm konsensus nasionalnya bahwa penindasan di muka bumi harus dihapuskan

34. Kpd slrh masy, GP Ansor mengajak utk terus menunjukkan solidaritas dan galang bantuan kemanusiaan utk Rohingya..

35. Kpd para tokoh, pemuda utamanya, jangan cuma koar2 cari panggung. Setdknya lakukan people to people diplomacy agar mayoritas bersuara

36. GP Ansor juga mengingatkan, tdk ada yg coba2 mengimpor konflik geopolitik di myanmar tsb dimari. Banser sdh bersedia jd tameng negeri!

37. Sambil membantu sebisanya dan mencari rumusan penyelesaiannya, kita doakan saudara2 di Rohingya lekas keluar dr cobaan berat ini

38. Karena #kitainisama makhluk Allah. Dijadikan khalifah di muka bumi utk menjaga tertib peradaban. Bukan merusaknya

39. Demikian. Sy tahu #kitainisama marahnya atas tragedi Rohingya. Tp sekali2 jgn kehilangan kewarasan. (RF)

Comment