Islam, Sains dan Pentingnya Metode Dakwah

Islam, Sains dan Pentingnya Metode Dakwah

SHARE

“Dan apakah Kami akan membiarkan mereka mengatakan Kami beriman kepada Allah dan hari kemudian lalu Kami tidak mengujinya”?.

Islam adalah ajaran yang hanief. Ajaran yang lurus dalam rel kebenaran. Mereka yang berjalan diatas rel kebenaran dipastikan akan selamat, damai hingga mencapai tujuan. Mereka disebut muslim.

Agar dapat meniti diatas rel dibutuhkan keseimbangan, diperlukan konsistensi dalam keseimbangan. Tanpa konsistensi menjaga keseimbangan mereka yang berjalan diatas rel bisa terlepas atau keluar dari rel. Hal ini dikarenakan bahwa dalam setiap ciptaan Allah, Allah tetapkan ukuran pasti, ada qadar guna menjaga keseimbangan ciptaan-Nya. Dalam keseimbangan ciptaan-Nya itulah ada hukum-hukum yang berkeadilan.

Allah menciptakan dan mengatur ciptaan-Nya dengan sungguh-sungguh, serius, tidak main-main. Sehingga tidak bisa kita temukan cacat pada setiap ciptaan-Nya. Semuanya seimbang, dalam ukurannya yang pasti.

Untuk mengetahuinya manusia memerlukan ilmu pengetahuan atau sains. Dengan metodologi sains yang benar, ditemukan ukuran-ukuran (qadar) pada setiap ciptaan-Nya. Dengan sains apa yang disampaikan Allah dalam al-Qur,an dapat diverifikasi secara ilmiah.

Allah menetapkan masa berlaku atau masa beroperasinya dari masing-masing ciptaanNya. Tidak ada satu pun yang meleset dari ketentuannya. Jika sudah sampai waktunya untuk berubah atau binasa, tidak bisa ditunda atau dimajukan. Semuanya sesuai qadarnya.

Mereka yang mempelajari ciptaan Allah, mempelajari bagaimana langit, benda benda langit, dan bumi dan isinya diciptakan, maupun apa yang terdapat diantara langit dan bumi, bagaimana siang dan malam dipergilirkan akan mendapati bahwa dalam setiap ciptaan-Nya ada keteraturan, ada keseimbangan, ada keadilan. Mereka akan berkata bahwa tidak ada satupun ciptaan Allah yang sia-sia. Tidak yang cacat atau batal (bathil) semuanya sempurna. Tidak hanya sempurna namun juga indah. Mereka akan menemukan jejak kesempurnaan dan keindahan Allah menyertai setiap ciptan-Nya.

Penolakan dan kebencian kepada ajaran Islam tiada lain karena ketidaktahuan manusia. Kebodohan, itulah kata yang tepat bagi mereka yang menolak ajaran Islam. Kesempitan dalam pengetahuan, akibat dari kesombongan.

Kesombongan mendorong manusia cepat merasa puas atas pengetahuannya yang terbatas. Sikap sombong menjadi asal perkara kenapa manusia mengingkari kebenaran ajaran islam yang diciptakan Allah.

Keyakinan akan kebenaran ajaran Islam mendorong orang-orang yang beriman untuk menetapkan syariat Islam dalam kehidupan bermasyarakat. Tidak ada keraguan pada diri orang yang beriman bahwa ajaran Islam mampu menjadi solusi atas semua permasalahan yang dihadapi manusia.

Keinginan baik memang tidak mudah atau tidak selalu dapat diterima semua pihak. Terutama tentu saja bagi mereka yang tidak meyakininya. Keinginan orang-orang beriman untuk menerapkan syariat Islam selalu memperoleh penentangan dari mereka yang tidak beriman.

Jika diamati nampaknya baik yang menentang maupun yang menginginkan syariat Islam semuanya memiliki konstribusi atas munculnya penolakan. Yang menginginkan syariat islam di terapkan disamping memang jumlahnya sedikt, karena memang orang yang beriman itu tidak banyak dari segi kuantitas dibanding dengan yang tidak. Beriman, juga mereka kurang mampu memberikan penjelasan penjelasan rasional dengan menggunakan metodologi ilmu pengetahuan (sains) kenapa syariat Islam itu harus diterapkan.

Sementara yang menolak (yang jumlahnya mayoritas) pada umumnya belum tersentuh cahaya Qur,an. Mereka membaca al-qur,an pun boleh jadi belum mampu. Apalagi memahami maknanya. Tentu saja tidak bisa diharapkan meyakini kebenaran al-qur,an apalagi diminta melaksanakannya. Meminta mereka melaksanakan ajaran islam sama dengan meminta batu, tumbuhan atau hewan menjalankan ajaran Islam. Persamaannya adalah sama-sama tidak memahami ajaran al-Qur,an.

Karena itulah memang, ajaran Islam itu tidak boleh dipaksakan. Hanya mereka yang meyakini karena telah memahaminya dengan baik yang dikenai kewajiban untuk melaksanakan ajaran Islam.

Upaya menjadikan ajaran Islam sebagai norma, panduan dalam kehidupan bermasyarakat oleh karena itu harus didahului dengan upaya memberikan pemahaman yang benar tentang ajaran Islam itu sendiri. Iniah tugas mereka yanga telah beriman terhadap mereka yang belum beriman. Melaksanakan dakwah dalam rangka syiar Islam.

Agar dalam pelaksanaan syiar Islam berjalan dengan baik, tidak menimbulkan reaksi yang tidak perlu maka diperlukan metode dakwah yang baik. Metode dakwah yang paling baik adalah dengan memberikan keteladanan. Menjadi uzwatun hasanah ditengah-tengah masyarakat.

Pelaksanaan dakwah atau syiar islam selama ini umumnya telah berlangsung dengan baik. Namun masih muncul stigmatisasi bahwa orang islam atau muslim itu radikal. Ini berarti ada yang keliru dalam metode dakwah yang dilakukan.

Mungkin jumlahnya tidak banyak yang seperi itu (radikal) tapi seperti kata pepatah susu sebelanga rusak oleh setitik air. Inilah pentingnya menghimbau agar semua yang terlibat dalam syiar syiar Islam memperhatikan pentingnya sikap dan akhlak yang baik dalam melaksanakan dakwah islam.

Sabar, tawdhu, wara, ikhlas, istiqamah, adil, tablig, siddiq, fathonah, amanah dan lain-lain sikap terpuji harus menjadi perhatian bagi kita semua. Semoga Allah SWT menuntun kita agar senantiasa berjalan diatas rel yang benar. Tetap dijalan yang lurus.

Oleh: Hasanuddin
(Penulis adalah Ketua Umum PBHMI 2003-2005)

SHARE