Home Agama Israel Umumkan Perang Melawan Pohon Natal

Israel Umumkan Perang Melawan Pohon Natal

Illuminated Christmas Tree Outdoors

Publik-News.com – Perayaan Hari Raya Natal tak lepas dari pohon natal. Pohon natal ini, sepertinya sangat jamak diidentikkan perayaan kalahiran Yesus. Pohon natal menjadi lambang perayaan hari besar kaum Kristiani.

Kaum Kristiani tidak hanya memasang pohon Natal dalam gereja, tapi di sejumlah tampat, seperti di dalam rumah umat Kristiani sendiri, pohon natal yang terbuat dari pohon cemara, atau pohon sejenis yang bentuknya mengerucut mengecil ke atas, itu juga dijadikan pajangan atau aksesoris di dalam rumah kaum Kristiani.

Pohon natal dianggap sebagai ajang bisnis. Penjual pohon ini banyak mendapatkan keuntungan ekonomis dengan memanfaatkan momon perayaan Natal di sejumlah daerah dan negara.

Kendati sebagai lambang perayaan Natal, namun tidak semua kalangan bisa menerima hal itu. Di Israel, misalnya, para rabbi mengumumkan “perang” melawan pohon Natal dengan menyatakannya sebagai hal yang haram.

Di Yerusalem, para rabbi telah mengeluarkan surat peringatan terhadap puluhan hotel di kota itu bahwa pohon Natal haram atau dilarang oleh hukum agama Yahudi. Banyak pemilik hotel takut para rabbi itu melaksanakan ancamannya untuk merusak bisnis dengan menolak mengeluarkan sertifikat halal untuk usaha mereka. Tak hanya di Yerusalem, di kota pesisir Haifa, Israel utara, para rabbi di Universitas Techinon—universitas teknologi terkemuka Israel—juga bersikap serupa.

Rabbi di Universitas Technion, Elad Dokow, memerintahkan para mahasiswa Yahudi untuk memboikot serikat mahasiswa setelah serikat itu untuk pertama kalinya membuat pohon Natal yang sederhana. Dokow menyebut pohon sebagai ”penyembahan berhala”. Dia memperingatkan bahwa pohon itu melanggar status halal untuk bangunan.

Di wilayah Palestina dan Israel ada sekitar 130 ribu warga Kristen. Kebanyakan dari mereka tinggal di Galilea. Ada juga warga Kristen Palestina yang hidup di bawah pendudukan Israel di Yerusalem Timur.

”Ini bukan tentang kebebasan beribadah. Ini adalah negara Yahudi di dunia. Dan memiliki peran untuk menjadi ‘penjelas bagi bangsa-bangsa’ dan tidak untuk tidak kritis merangkul setiap ide,” ujar Dokow seperti dikutip dari Sindonews, Minggu (25//12/2016).

Untuk diketahui, di sepanjang sejarah Israel, pohon cemara meriah jarang terlihat selain di segelintir masyarakat Israel dengan populasi Kristen yang signifikan. Tapi dalam beberapa tahun terakhir, daya tarik perayaan Natal telah menyebar di kalangan Yahudi sekuler di Israel. (Al)

Comment