Home Nasional Istana Anggap Permintaan Rachmawati Cs Sudah Diluar Batas

Istana Anggap Permintaan Rachmawati Cs Sudah Diluar Batas

Publik-News.com-Istana akhrinya memberikan tanggapan terkait adanya upaya makar yang dilakukan oleh sejumlah aktivis. Sekretaris Kabinet Pramono Anung, menganggap tuntutan untuk meminta sidang istimewa ke MPR merupaka tindakan diluar batas seseorang ketika ingin menyampaikan keritkan.

Menurutnya, kritik bisa dilakukan asalkan masih dalam batas kewajaran, dan hal itu akan menjadi masukan untuk pemerintah.

“Indonesia adalah negara demokrasi. Berbeda adalah hal yang biasa. Tapi kalau kemudian sudah mengambil langkah-langkah katakanlah mendorong sidang istimewa, meminta untuk memakzulkan dan sebagainya, ini sudah menjadi luar biasa,” ujarnya Pramono Anung, dalam sambutannya di acara Indonesianisme Summit, Grand Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu, 10 Desember 2016.

Ia menambahkan, dalam pemerintahan Jokowi-JK, setiap masukan dan kritikan dari masyarakat akan diterima dan menjadi pertimbangan dama membuat kebijakan. Dalam hal ini pemerintah tidak “alergi” terhadap keritikan.

“Kritik itu obat. Dan saya yakin kalau pemerintah dikritik itu akan makin kuat karena bagaimana pun pemerintah tanpa kritik itu juga tidak baik,” katanya.

Pramono mengatakan, saat ini pemerintah dalam pertumbuhan ekonomi dan menjaga demokrasi terus mengalami peningkatan dan perbaikan. Untuk itu, keinginan untuk menggulingkan pemerintahan yang sah adalah tindakan yang tidak berdasar.

“Pertumbuhan ekonominya bagus, maki-maki juga enggak apa-apa asal tidak berlebihan. Kalau berlebihan, ditangkap,” ujarnya.

Sebelumnya, polisi menagkap sejumlah aktivis jelang demo 2 Desember, seperti Rachmawati Soekarnoputri, Sri Bintang Pamungkas, Ahmad Dhani, Hatta Taliwang, Kival Zein, dengan tuduhan makar, sebagian lagi dijerat dengan UU ITE dan penghinaan kepala negara. Sebagiam dari mereka ada yang sudah dilepas, sedangkan yang lain masih ditahan. (faruq)

 

 

Comment