Home Hukum Jaksa Sebut Ahok Sengaja Menyatakan Surat Al-Maidah Untuk Kepentingan Pilkada

Jaksa Sebut Ahok Sengaja Menyatakan Surat Al-Maidah Untuk Kepentingan Pilkada

Publik-News.com – Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kajaksaan Agung mendakwa Basuki Tjahja Purnama alias Ahok dengan dua pasal alternatif dalam sidang perdana penistaan agama yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Utara di eks gedung PN Jakpus, Jl Gajah Mada, Jakpus, Selasa (13/12/2016). Surat dakwaan kepada Ahok ini dibacakan oleh Ali Mukartono.

“Alternatif pertama adalah pelanggaran terhadap pasal 156 a huruf a KUHP, alternatif kedua adalah pasal 156 KUHP,” katanya.

Pasal alternatif yang disangkatan itu adalah, Pasal 156 a KUHP yang ancaman hukuman lima tahun penjara, dan Pasal 156 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

Menurut Ali, materi di dalam dakwaan alternatif pertama terkait dengan kualifikasi penodaan terhadap agama saat Ahok selaku gubernur DKI Jakarta pada 27 September melakukan kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu, tempat dia menyebut adanya pihak yang menggunakan Alquran Surat Al Maidah Ayat 51 untuk keperluan tertentu.

“Demikian pula dakwaan alternatif kedua pada hakikatnya sama, hanya kualifikasinya yang berbeda,” pungkas Ali.

Menurut Jaksa Ali, Ahok melakukan penodaan agama karena penyebutan Surat Al-Maidah ayat 51 dalam sambutan di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Ahok disebut sengaja menempatkan Surat Al-Maidah untuk kepentingan Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta yang bakal berlangsung 2017 mendatang.

“Bahwa, meskipun kunjungan tidak ada hubungannya dengan pelaksanaan pilgub DKI Jakarta, akan tetapi oleh karena terdakwa terdaftar sebagai salah satu cagub, maka ketika terdakwa memberikan sambutan dengan sengaja memasukkan kalimat yang berkaitan dengan agenda pemilihan Gubernur DKI dengan mengaitkan Surat Al-Maidah ayat 51,” ucap dia.(Taufik)

Comment