Jelang Pergantian Tahun, Kemenag Sulteng Akan Gelar Doa Bersama

Jelang Pergantian Tahun, Kemenag Sulteng Akan Gelar Doa Bersama

SHARE

Publik-News.com – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulteng, akan menggelar doa bersama lintas agama. Selain para tokoh agama lintas agama, acara yang digelar di halaman Kanwil Kemenag Sulteng ini rencananya juga akan diikuti unsur Muspida Provinsi Sulteng.

Kepala Kanwil Kemenag Sulteng, H. Abdullah Latopada menyebutkan, kegiatan yang digagasnya ini, bertujuan mendoakan kemaslahatan bangsa Indonesia, khususnya daerah Sulawesi Tengah. “Doa bersama ini, juga sebagai bentuk harapan dari para umat beragama, menjelang pergantian tahun, menyampaikan harapan kepada Tuhan, untuk kebaikan bangsa kita ke depannya, khususnya di daerah kita Sulawesi Tengah,” kata Abdullah, di Palu, Selasa (27/12/2016).

Abdullah juga menuturkan, kegiatan doa bersama yang akan digelar Rabu, 28 Desember 2016 ini merupakan salah satu refleksi dari masyarakat Indonesia yang religius. “Karena masyarakat kita dikenal sebagai masyarakat yang religius, jadi momen-momen akhir tahun seperti ini baiknya kita pakai pendekatan-pendekatan yang religius pula, bukan dengan hura-hura,” imbuhnya.

Menurut Abdullah, arah perjalanan hidup bangsa Indonesia bersama seluruh komponen di dalamnya, merupakan ketentuan dari Tuhan. Olehnya, sudah sangat pas, jika masyarakat Indonesia, menggantungkan harapan-harapan mereka untuk perubahan ke arah yang lebih baik, kepada Tuhan.

“Perjalanan kita ke depan ditentukan oleh Tuhan. Makanya, perubahan-perubahan yang kita inginkan, sudah seharusnya kita serahkan dan mohonkan kepada Sang Maha Menentukan, yakni Tuhan,” jelas Abdullah lagi.

Kegiatan doa bersama yang diselenggarakan oleh Kemenag Sulteng ini, akan dipimpin oleh para pemuka agama. Abdullah memperkirakan agenda ini akan dihadiri seribuan orang perwakilan dari berbagai elemen keagamaan di Sulteng, bersama dengan para pegawai di lingkup Kemenag Sulteng dan Kabupaten/Kota.

“Kami juga mengajak kepada seluruh masyarakat, agar turut melaksanakan model-model pendekatan yang religius seperti ini, dalam mengawali setiap langkah baru dalam hidup. Bukan dengan melakukan tindakan yang hura-hura dan sebagainya,” tandasnya.

SHARE
Comment