Jenggala Center: Kami Akan Cari Para Penghina Wapres Jika Tidak Minta Maaf

Jenggala Center: Kami Akan Cari Para Penghina Wapres Jika Tidak Minta Maaf

SHARE

Publik-News.com – Dewan Pengurus Jenggala Center meminta kepada para penfitnah Wapres Jusuf Kalla segera meminta maaf dan datang ke kantornya. Kantor Jenggala Center ini terletak di Jalan Ciasem 1 No. 29 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Direktur Eksekutif Jenggala Center, Syamsuddin Rajab mengatakan, pihaknya siap menerima dengan lapang dada dan memaafkan jika para penfitnah Wapres JK tersebut meminta maaf. Jenggala Center menunggu permintaan maaf atau kedatangan mereka dalam kurun waktu 7 x 24 jam atau sejak berita ini diterbitkan.

“Kami minta fitnah kepada Pak JK dihentikan. Pak Jk itu tokoh bangsa, jur damai tapi dituduh akar masalah bangsa,” kata Syamsyuddin saat menggelar konfrensi pers di kantor Jenggala Center, Minggu (21/5/2017).

Syamsuddin menegaskan, pihaknya akan mencari para penfitnah dan penghina Wapres jika tidak segera memintaa maaf. Sebab, apa yang dituduhkan para penfitnah, penghina dan pengadu domba antara Presiden dan Wapres telah menimbulkan kegaduhan di tengah-tengah masyarakat.

“Berhenti memojokkan JK. Kalau tidak, kami akan cari. Kami tidak pernah keras selama 3 tahun. Mereka harus meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya,” tegasnya.

Mantan Ketua Umum Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI) ini menyebut, ada lima orang yang melakukan penghinaan dan menyebarkan fitnah kepada Wapres. Kelima orang adalah Hasanuddin Abdurakhman (Kang Hasan), pemilik akun Twitter Front Pembela Cikeas, seseorang yang berorasi di depan Gedung Mahmakah Agung (MA), Silfester Matutina dan Laveran Sirait.

“Ini sudah penghancuran bangsa, dihina fisiknya (Wapres). Tapi kami akan memaafkan jika para penfitnah dan penghina ini kepada pak JK ini minta maaf,” sebut Syamsuddin.

Dia menambahkan, selama 3 tahun Jenggela Center selalu diam. Lembaga yang menjadi tim sukses pendukung Jokowi-JK saat Pilpres 2014 silam ini, kata dia, tidak pernah berbicara sembarangan. Sebaliknya, lembaga ini lebih fokus melakukan kajian bersama tim pendukung Jokowi untuk membangun Indonesia. Hasil kajian kemudian diserahkan kepada pemerintah.

“Kita tidak diam. Kita kajian. Kita panggil orang-orang pak Jokowi. Ada Projo dan teman-teman yang lain. Besok juga akan ada pertemuan untuk membicarakan dinamika¬†ini,” katanya. (PN)

Comment