Jika MK Kabulkan Uji Materi UU Pemilu, Yusril-Gatot Dianggap Capres-Cawapres Ideal

Jika MK Kabulkan Uji Materi UU Pemilu, Yusril-Gatot Dianggap Capres-Cawapres Ideal

SHARE

Publik-News.com – Peluang Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra dianggap memiliki peluang menjadi Calon Presiden 2019. Syaratnya, Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan permohonan uji materi Undang-Undang Pemilu, khususnya Presidential threshold atau ambang batas yang sudah ditetapkan 20 persen kursi DPR atau 25 persen suara sah nasional bagi parpol atau gabungan parpol.

Hal tersebut dikatakan pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Ujang Komarudin. Menurut dia, popularitas dan elektabilitas Yusril menanjak belakangan ini. Hal demikian akan semakin memuncak jika misalnya Yusril bergandengan dengan Panglima TNI Jendral Gatot Normantyo sebagai cawapresnya.

“Saya kira malah pasangan Yusril-Gatot bisa menjadi kuda hitam pada Pilpres 2019 mendatang. Karena sekarang ini kan yang disebut-sebut baru ada dua calon kuat, Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum DPP Gerindra Prabowo Subianto,” ujar Ujang Rabu (30/8/2017).

Meski demikian, Ujang menilai ada tantangan besar jika nantinya Yusril-Gatot maju secara berpasangan. Paling tidak dari segi dukungan partai politik.

“Persoalannya, apakah partai-partai lain mau mendukung. Karena aturannya sudah jelas, presidential threshold (PT) 20-25 persen,” ucapnya.

Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Politikan Review (IPR) peluang Yusril maju berpasangan dengan Gatot baru terbuka lebar jika nantinya judicial review yang ditempuh PBB terkait PT 20-25 persen dikabulkan oleh MK.

“Tapi balik lagi, prinsipnya partai-partai sekarang ini terkesan bersikap pragmatis. Jadi kemungkinan siapapun pasangan yang berpeluang menang merekalah yang akan didukung,” pungkas Ujang. (PN)

Comment