Jika Presidential Threshold Disepakati 25%, Yusril Ancam Gugat Ke MK

Jika Presidential Threshold Disepakati 25%, Yusril Ancam Gugat Ke MK

SHARE

Publik-News.com – Pakar Hukum Tata Negara Prof Yusril Ihza Mahendra mengatakan tidak perlu ada yang memaksakan penerapan presidential threshold (PT) pada Pemilu 2019. Sebab, apabila hal itu dipaksakan maka akan menghambat seseorang untuk mencalonkan diri sebagai Presiden.

“Kalau pemilu serentak tidak relevan bicara presidential threshold yang tidak ada gunanya itu, kecuali ingin menghambat orang lain untuk maju sebagai calon presiden,” ujar Yusril ketika dihubungi, Sabtu (10/6/2017).

Yusril menegaskan apabila nantinya hasil dari Revisi Undang-Undang (RUU) Pemilu menyepakati presidential threshold 25%, maka Yusril tidak segan untuk menggugatnya ke Mahkamah Konstitusi.

Seperti diketahui, pembahasan presidential threshold ini menjadi pembahasan alot di DPR. Rencananya, pembahasan ini akan dibawa ke sidang paripurna untuk kemudian diputuskan melalui mekanisme voting. (Fq). (Fq)

SHARE