Home Politik JK Bebaskan Pilihan Pendukungnya di Pilpres 2019

JK Bebaskan Pilihan Pendukungnya di Pilpres 2019

1445

Publik-News.com – Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan ucapan terima kasih kepada rakyat Indonesia yang telah memberikan kepercayaan terhadap dirinya menjabat Wakil Presiden mendampingi Presiden Jokowi periode 2014-2019.

Sebelum mengakhiri masa jabatannya, JK akan terus bekerja, memberikan kontrobusi secara maksimal untuk bangsa dan negara. Tim Ahli Wakil Presiden Iskandar Mandji mengatakan tidak majunya JK menjadi wapres mengakhiri polemik atau tafsir konstitusi boleh tidaknya JK kembali menjadi wapres.

Maka itu, jangan lagi ada persepsi dan tuduhan kepada JK bahwa JK anti demokrasi, tidak memberikan ruang kepada generasi muda meskipun JK menjadi pihak terkait pada uji materi batasan masa jabatan Wapres di Mahkamah Kontitusi (MK)

“JK pun mengambil resiko dan “mengorbankan” dirinya untuk dipresepsikan macam-macam dan aneh-aneh atas keikutsertaannya menjadi pihak terkait dalam gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK). Bagaimana pun JK adalah tokoh yang mengalami dan terkait langsung dengan hal tersebut,” ujar Iskandar Mandji melalui siaran persnya, Kamis (9/8/2018).

Berkenan dengan itu, kata Iskandar Mandji, JK memutuskan untuk berkomitmen menuntaskan akhir masa jabatannya sebagai wakil presiden hingga Oktober 2019. Segala bakti dan kinerja terbaik untuk bangsa dan negara akan tetap dan terus JK persembahkan hingga akhir  jabatannya sebagai wapres.

“Maka di akhir periode 2019 beliau akan memutuskan pensiun dan menjalani sisa usianya bersama cucu, keluarga serta mengurusi bidang sosial dan agama,” katanya.

Adalah fakta bahwa posisi JK saat ini berkat dukungan riil loyalis atau pecinta JK, dari dari Papua hingga Aceh, sejak tiga kali kontestasi pilpres 2004 menang, 2009 kalah dan 2014 menang.

“Dalam kesempatan ini perkenankan atas nama Jusuf Kalla kami mengibarkan banyak terima kasih atas kontribusi dukungan suara ke pribadi JK yang dalam catatan kami pada kisaran 15 persen suara. Terkhusus di wilayah Indonesia Timur suara rill dukungan untuk JK telah membuktikan hal tersebut,” tambahnya.

Terkait Pilpres 2019, menurut Iskandar Mandji mengatakan JK mendambakan sebuah kontestasi yang harmoni,  damai dan yang utama menjaga persatuan bangsa dan kesatuan.

“Adapun tentang pilihan calon pasangan capres/cawapres adalah menjadi hak kebebasan masing masing warga negara. Silahkan pada pilihan masing masing,  yang terbaik untuk Indonesia,” tutup Iskandar Mandji.

Untuk diketahui, Jokowi sudah resmi menggandeng KH Ma’ruf Amin sebagai cawapres. Kyai Ma’ruf merupakan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia. Pasangan ini diusung sejumlah partai politik, diantaranya adalah Golkar, PDI-P, NasDem, PKB, PPP, Hanura dan lain sebagainya. (PN)

Comment