JK: Muslim Indonesia Sangat Toleran

JK: Muslim Indonesia Sangat Toleran

SHARE

Publik-News.com – Wakil Presiden Jusuf Kalla (Wapres JK) mengatakan muslim di Indonesia bisa hidup saling berdampingan dengan umat antar agama. JK juga menyampaikan bahwa bangsa Indonesia bisa hidup dengan gotong royong.

Hal ini disampaikan JK  saat memberi kuliah umum di Oxford Centre For Islamic Studies, London, Inggris, dengan tema ‘Islam Middle Path: Indonesia’s Experience’, Kamis (18/5/2017).

“Muslim di Indonesia telah membuktikan bahwa mereka bisa menjadi komunitas yang toleran yang hidup berdampingan secara damai dengan komunitas iman lainnya. Ini adalah sesuatu yang kita banggakan,” ujar JK.
Namun demikan, JK menyebut hal itu perlu diimbangi dengan peningkatan kapasitas di bidang ekonomi. Sehingga, muslim di Indonesia menjadi contoh majunya peradaban islam di era modern.

“Orang Indonesia terbiasa hidup dengan konsep gotong-royong. Bahkan pembangunan masjid dilakukan oleh gotong-royong. Sekitar 90 persen dari sekitar 800.000 masjid di Indonesia dibangun oleh masyarakat sekitar sendiri, bukan oleh pemerintah,” paparnya.

JK melanjutkan, sebagai negara muslim terbesar di dunia, Indonesia dapat memberikan perspektif yang berbeda untuk menghadapi tantangan yang dihadapi dunia Islam. Muslim di Indonesia, yang dikenal sebagai ‘ummatan wasatan’ dapat berbagi pengalaman mereka tentang bagaimana mengembangkan Islam Wasatiyah, jalan tengah Islam yang inklusif, toleran dan mampu hidup berdampingan dengan penganut agama lain.
“Untuk mewujudkan Islam sebagai rahmatan lil’alamin atau berkah bagi seluruh alam semesta,” kata JK.
JK menila sudah saatnya pemimpin dunia dan komunitas muslim menunjukkan jika terorisme bukalanlah ajaran dari islam.

“Dukungan di seluruh dunia ini membuktikan bahwa kita semua bekerja menuju tujuan yang sama, menciptakan sebuah dunia di mana orang dapat hidup berdampingan secara damai dan aman dari ancaman terorisme,” ungkapnya.
Selain itu, kata JK, menciptakan lingkungan kondusif dan adil menjadi tanggung jawab semua pihak.

“Generasi muda perlu terus diingatkan bahwa sangat penting untuk memelihara persatuan dalam keragaman di negara dan masyarakat mereka. Keragaman adalah berkah, atau hikmah, dan persatuan akan didapat,” pungkasnya. (Fq)

 

 

SHARE
Comment