Johannes Sempat Minta Perlindungan Ke LPSK, Tapi Keburu Tewas

Johannes Sempat Minta Perlindungan Ke LPSK, Tapi Keburu Tewas

SHARE

Publik-News.com – ┬áLembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) sempat berkomunikasi dengan saksi kunci e-KTP, Johannes Marliem. Johannes mengabarkan akan kehawatirannya kepada LPSK.

“Komunikasi yang pertama itu yang kami lakukan, komunikasi kedua itu memang ada kekhawatiran dia (Johannes) yang dia sampaikan, tapi kami belum bisa men-track apakah kekhawatiran ini karena yang bersangkutan diancam atau merasa terancam, karena kan beda kalau terancam kan psikologis dia saja,” kata Wakil Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo saat dihubung, Selasa (15/8/2017).

Komunikasi itu kemudian berlanjut dengan adanya keinginan Johannes meminta perlindungan kepada LPSK. Setelah itu, LPSK mengirimkan formulir melalui email kepada Johannes untuk diisi segala macam sarat dan ketentuan yang berlaku lainnya, seperti identitas dan lampiran kronologi kasus yang dihadapinya

“Belum sempat mengajukan, sudah keburu ada kabar meninggal itu,” ujar Hasto.

Menurutnya, terakhir komunikasi yang dilakukan LPSK kepada Johannes pada tanggal 31 Juli. Hasto melihat Johannes harus diberi perlindungan karena kasus e-KTP itu mempunyai resiko yang besar.

“Ya karena kesaksian dia menyangkut sejumlah orang yang dinyatakan terlibat dalam kasus e-KTP, dan yang bersangkutan mengakui punya data 500 gigabyte, kami merasa yang bersangkutan ada dalam risiko sangat tinggi,” kata Hasto.

Hasto mengaku pihaknya selebelum menguhubungi Johannes, terlebih dahulu menghubungi KPK terkait upaya untuk melindungi Johannes. Namun, LPSK kesulitan melakukan komunikasi dengan KPK.

“Kami menduga ada risiko yang dihadapi oleh orang ini (Johannes) kami segera berusaha mengontak KPK, tapi KPK sulit sekali komunikasi, lalu kami berusaha langsung, bersuaha mencari kontak yang bersangkutan,” tuturnya.(Fq)

 

 

 

 

SHARE
Comment