Jokowi dan Kapolri Didesak Minta Maaf Kepada Habib Rizieq

Jokowi dan Kapolri Didesak Minta Maaf Kepada Habib Rizieq

SHARE

Publik-News.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian didesak meminta maaf kepada Imam Besar ormas Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab.

Aktivis Gerakan Aliansi Laskar Anti Korupsi (GALAK), Muslim Arbi, mengatakan Jokowi dan Tito tidak akan abadi memegang jabatan sebagai Presiden dan Kapolri. Pasti akan ada pengganti Jokowi sebagai Presiden. Begitu juga jabatan Kapolri yang akan diganti generasi penerusnya.

“Melalui tulisan ini, sudilah kira nya Jokowi dan Tito Karnavian, segera meminta maaf kepada Habib Rizieq Shihab. Ini adalah pesan dari seorang anak bangsa. Hidup tidak lah abadi. Begitu juga kekuasaan. Hari ini Anda adalah Penguasa, sebagai Presiden, maupun sebagai pimpinan Polri. Tapi kekuasaan tidak lah abadi,” ujar Muslim melalui siaran persnya, Senin (21/8/2017).

“Suatu saat, Anda akan turun dari jabatan dan kekuasaan. Sebagaimana, sejarah yang menulis selama ini. Hari ini Anda seorang Presiden dan Kapolri. Besok, lusa Anda akan jadi Rakyat biasa. Begitu juga sebagai manusia. Hari ini kita hidup. Besok lusa kita akan mati sebagaimana manusia lainnya,” katanya.

Menurut Muslim, Jokowi dan Kapolri Tito tidak boleh memusuhi rakyat, apalagi seorang Habaib, seperti Habib Rizieq. Namun, sejumlah pasal sedang mengancam Habib Rizieq, salah satunya soal kasus video chat mesum, yang disangkakan kepada Habib Rizieq.

“Memusuhi Seorang Habaib, apalagi beliau adalah Dzuriat Rasulullah SAW, adalah perbuatan yang menyakiti Nabi SAW. Apalagi Anda berdua mengaku sebagai Umat Beliau. Apalagi yang di perjuangkan Habib Rizieq adalah menegakkan kebenaran dan keadilan. Memimpin pembelaab terhadap Kitab Suci, Al Quranul Karim yang mulia dan di muliakan Allah SWT,” ucapnya.

Muslim juga mengingatkan Jokowi dan Kapolri soal pengorbanan anak negeri, yang datang ke Jakarta berulang kali dalam kasus penistaan agama yang dilakukan Basuki Thahja Purnama alias Ahok. Umat Islam juga tidak akan membiarkan penguasa memberlakukan para ulama dan Habaib secara sewenang-wenang. Mereka akan melakukan perlawanan untuk melindungi panutannya.

“Lihat lah, betapa tergerak hati jutaan manusia datang berbondong bondong ke Jakarta dengan tulus dan penuh pengorbanan demi Kehormatan Kitab Suci yang yang di nisatakan oleh Gubernur Ibu Kota Negara waktu itu, Basuki Tjahaja Purnama. Dan sekarang si Penista itu sudah di hukum penjara. Meski Rakyat tidak tahu, Basuki ada di mana? Walau di penjara Mako Brimob yang tidak sesuai dengan aturan,” tukasnya.

Menurut dia, tindakan mengkriminalkan Habib Rizieq dengan kasus chat mesum yang menurut keterangan Ahli IT itu palsu adalah menciderai Dzuriat Rasulullah itu, menciderai kebenaran dan keadilan. Jokowi sebagai Presiden tidak mungkin tidak tahu, karena peristiwa Rizieq itu di liput luas.

“Oleh karenanya sepatut dan selayaknya sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan, harus minta maaf kepada Umat Islam dan Bangsa Indonesia. Karena membiarkan fitnah kriminalisasi terhadap Habib Rizieq itu sebuah kezaliman dan perbuatan yang langgar Pancasila dan UUD45,” katanya.

Begitu juga Kapolri, Tito Karnavian, kata Muslim, harus segera mendatangi Habib Rizieq untuk minta maaf dan mohon ampunan pada Allah SWT, atas dugaan adanya tindakan kriminalisasi Habib Rizieq.

“Semoga, Pak Jokowi dan Pak Tito dapat membaca ini. Mumpung ini masih dalam suasana HUT Kemerdekaan. Semoga Langah bijaksana itu di ridhoi oleh Allah SWT. Aamiin,” tutup Muslim. (PN).

Comment