Jokowi Diminta Hati-hati Dengan Sikap Politik Panglima TNI

Jokowi Diminta Hati-hati Dengan Sikap Politik Panglima TNI

SHARE

Publik-News.com – Presiden Jokowi diminta hati-hati dengan sikap politik Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo soal pernyataan 5000 senjata ilegal.

Gatot dinilai sedang mencari momentum politik untuk memperkuat profil pribadinya. Tak tanggung-tanggung, Menkopolhukam, Wiranto turun tangan untuk menjelaskan polemik itu dengan menggelar jumpa pers pada Minggu (24/9).

“Presiden Jokowi mesti berhati-hati mengambil sikap atas Panglima TNI. Karena Panglima TNI sedang mencari momentum untuk memperkuat profil politik bagi dirinya, maka tindakan atas Gatot Nurmantyo haruslah merupakan tindakan normatif dan biasa-biasa saja, sehingga cara-cara politik yang tidak etis yang sedang diperagakannya secara perlahan menjadi layu sebelum berkembang,” ujar Ketua Setara Institute Hendardi  dalam keterangannya, Senin (25/9/2017).

Ia menyebut apa yang dilakukan Gatot sudah melanggar aturan karena membocorkan informasi dari intelejen.

Terkait pernyataannya, Gatot menyampaikan ada instutusi nonmiliter berupaya mendatangkan 5000 senjata secara ilegel. Pernyataan itu disampaikan di depan purnawirawan dan sejumlah tokoh TNI saat acara silaturahmi di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Jumat (22/9)

“Pernyataan Panglima TNI Gatot Nurmantyo tentang isu pembelian 5.000 pucuk senjata oleh institusi nonmiliter, rencana penyerbuan ke BIN dan Polri, merupakan bentuk pelanggaran serius Pasal 3 dan Pasal 17 UU 34/2004 tentang TNI, yang menegaskan bahwa kebijakan pengerahan dan penggunaan kekuatan angkatan perang adalah otoritas sipil. Selain itu, menyampaikan informasi intelijen di ruang publik juga menyalahi kepatutan, karena tugas intelijen adalah mengumpulkan data dan informasi untuk user-nya, yakni presiden,” kata Hendardi.

Ketika dikonfirmasi, Gatot enggan untuk menanggapinya lebih jauh karena tidak menyampaikan press release

“Saya tidak pernah press release. Hanya saya menyampaikan kepada purnarwirawan berikut itu keluar. Sehingga saya tidak menanggapi hal itu. Benar itu omongan saya, itu kata-kata saya, itu benar. Tapi saya tidak pernah press release, maka tidak perlu menanggapi itu,” kata Jenderal Gatot kepada wartawan di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Minggu (24/9/2017).

“Saya nggak pernah omong itu, jelas rekaman saya, ada kan itu. Dengarkan saja itu, benar itu omongan saya, 1.000 persen. Tapi karena saya tidak press release, saya tidak menanggapi itu,” sambung Gatot.(Fq)

 

SHARE
Comment