Jokowi Kembali Bicara Soal Stok BBM dan Harga Bahan Pokok

Jokowi Kembali Bicara Soal Stok BBM dan Harga Bahan Pokok

SHARE

Publik-News.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menggelar rapat terbatas bersama dengan Kabinet Kerjanya. Ratas ini digelar di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (22/6/2017). Ratas ini dihadiri Menko Polhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko PMK Puan Maharani, Menko Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Menkeu Sri Mulyani Indrawati, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menhan Ryamizard Ryacudu, Menhub Budi K. Sumadi, Mendag Enggartiasto Lukita, dan Menteri ESDM Ignasius Jonan.

Dalam kesempatan itu, sebagaimana dilansir laman resmi setkab, Jokowi menyampaikan apresiasi kepada menteri terkait, khususnya Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman, dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang berhasil menjaga kestabilan harga bahan pokok dan cenderung baik selama masa menjelang lebaran kali ini.

“Saya ingin memberikan apresiasi kepada menteri terkait, dengan pola yang sudah ada ini perlu dipertahankan dan disempurnakan lagi. Jadi Menteri Perdagangan, kemudian Pak Kapolri, juga Menteri Pertanian, yang telah bekerja keras untuk stabilisasi harga kebutuhan pokok,” kata Jokowi.

Jokowi juga menegaskan, bahwa dari hitung-hitungan, kalkulasi terakhir, pemerintah sudah memastikan bahwa pada bulan depan, bulan Juli, tidak ada kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

“Sebetulnya kalkulasi kita kemarin kelihatannya BBM akan naik, tetapi setelah kita kalkulasi kembali, setelah kita hitung kembali, harga BBM bisa tidak kita naikkan. Termasuk di dalamnya BBM dan gas,” ungkapnya.

Sementara terkait dengan penanganan arus mudik, Jokowi menginginkan agar penanganan arus mudik ini betul-betul terintegrasi antara Polri, TNI, Kementerian Perhubungan, Kementerian PU, Kementerian ESDM, Kementerian BUMN. “Betul-betul penanganannya bersama-sama dan kesampingkan ego sektoral masing-masing,” pesan Jokowi.

Adapun terkait dengan terlambatnya pembagian beras sejahtera (rastra), Jokowi memerintahkan agar hal itu segera ditindaklanjuti. Ia mengingatkan, pada rapat terakhir masalah ini sudah diputuskan, sehingga agar ini ditindaklanjuti di lapangan, karena keterlambatan pembagian rastra ini berdampak pada hasil indikasi ekonomi yang telah disurvei oleh BPS.

“Kejadian ini kita harapkan tidak terjadi lagi. Semestinya kalau ada hal yang sangat penting seperti ini saya diberitahu sehingga dampak yang ada dari keterlambatan ini benar-benar tidak dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya. (Ses)

SHARE
Comment