Jokowi: Saya Kadang Geregetan Kalau Ada yang Memaksakan Kehendak

Jokowi: Saya Kadang Geregetan Kalau Ada yang Memaksakan Kehendak

SHARE

Publik-News.com – Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Haul ke-7 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Ciganjur, Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi mengatakan, Gus Dur adalah sosok yang sangat patut diteladani.

“Kamis, 23 September 2013, bertempat di Wahid Institute, Ibu Shinta Nuriyah memberi saya peci yang biasa dipakai Gus Dur. Peci ini membuat saya selalu teringat atas usaha dan keteladanan Gus Dur. Gus Dur sangat patut kita teladani. Ketulusannya, hubungan tanpa sekatnya, sederhana, kesukarelaannya, hingga pengorbanan Gus Dur untuk Bangsa dan Negara hingga akhir hayat,” kata Jokowi, Jumat (23/12/2016).

Menurutnya, Gus Dur pernah berpesan, bahwa Indonesia, bukan milik golongan atau perseorangan. Indonesia adalah milik bersama. Karenanya, Indonesia harus ditegakkan berdasar atas konstitusi.

“Saya kadang geregetan, jika ada kelompok yang mengabaikan kemajemukan kita, mengabaikan konstitusi, memaksakan kehendak, bahkan dengan kekerasan, dengan radikal dan lain sebagainya,” ujarnya.

Ia mengaku prihatin dengan fenomena medsos beberapa bulan terakhir. Menurutnya, informasi yang beredar di medsos berkembang sedemikian rupa hingga orang terkadang lalai dan tidak bisa membedakan antara kritik dan marah, antara kritik dan menjelek-jelekkan, kritik dan menghasut, serta antara kritik dan menghujat, makar, kebencian dan lain sebagainya.

“Karenanya, jika Gus Dur hari ini masih ada, pasti akan memberi tahu kita: kita ini masih baik anak TK,” imbuhnya.

Jokowi melihat, harusnya masyarakat Indonesia bersyukur karena mempunyai pedoman hidup, memiliki Pancasila, di mana banyak negara di dunia tidak punya ideologi negara.

“Harusnya identitas yang Bangsa kita ini punyai, bisa membantu kita, mampu menggerakkan kita untuk gotong-royog lebih cepat, bisa mamenangkan persaingan global, mampu membuat kita mandiri dan berkepribaian,” tuturnya.

“Gus Dur mengajarkan kita untuk meyakini bahwa kita ini satu bangsa dan satu tanah air, Gus Dur juga selalu optimis memandang Indonesia ke depan. Bahkan jika ada masalah atau sedang mengambil keputusan rumit, Gus Dur mengatakan: Gitu Aja Kok Repot,” tambahnya.

Karenanya, lanjut Jokowi, Gus Dur sejalan dengan misi Rasulullah Muhammad SAW, yang menuntun umat manusia untuk memiliki akhlak mulia. Presiden berharap umat tidak terus saling berselisih yang justru akan menguras energi.

“Energi yang bisa dipakai untuk kesejahteraan, untuk membangun strategi ekonomi negara, industri untuk lapangan pekerjaan dan lain semua, habis untuk ribut dengan saudaranya,” katanya.

SHARE
Comment