Jokowi, Selamatkan Jakarta dari Teroris

Jokowi, Selamatkan Jakarta dari Teroris

SHARE

Bagaimanapun DKI Jakarta adalah Ibukota Negara Republik Indoesia. Wajah candradimuka Indonesia. Gubernur KDH DKI Jakarta jangan sampai diamanahkan kepada teroris.

Teroris adalah musuh kita semua, musuh orang beragama, musuh orang gandrung akan keadilan, musuk mereka yang mendambakan ketenangan. Singkatnya teroris adalah musuh Negara.

Keresahan akan terjadinya ledakan konflik horinzontal mulai merebak. Mantan Kepala BIN Hendropriyono menyebut Jakarta bisa masuk dalam situasi darurat sipil. Tentu saja ada tahapan-tahapan untuk sampai kepada situasi darurat sipil, tapi ketika hal itu disampaikan oleh orang sekapasitas Hendro sebagai seorang Guru Besar dibidang Intelijen, tentu situasi darurat sipil dimaksud sudah pada tahap yang menghawatirkan.

Warga Jakarta selama beberapa waktu terakhir memang cukup tegang, tegang karena penggusuran demi penggusiran di sejumlah titik konsentrasi orang miskin dan marjinal. Tegang karena hiruk-hiruk di media sosial antara yang pendukung Ahok sang Penggusur, dengan mereka yang digusur paksan, tanpa diberi hak membela diri.

Bagi rakyat miskin di Jakarta Ahok itu teroris. Kehidupan mereka dihancurkan oleh Ahok. Harapan hidup anak cucu mereka dinistakan oleh Ahok, mata pencaharian mereka dirampas oleh Ahok. Sebagai teroris rakyat miskin, Ahok bahkan digelari Fir, aun Ingusan oleh Zeng Wei Jian.

Ledakan amarah diserta doa dari mereka yang diteror oleh Ahok, nampaknya menemukan energy baru, setelah Ahok menistakan agama Islam. Orang miskin yang digusur itu, umumnya Umat Islam. Setelah digusur, agama mereka pun dinistakan. Ahok betul-betul telah menjadi teroris bagi kehidupan mereka.

Demonstrasi menggema, ancaman pengganyangan warga Tionghoa mengemuka dan perbincangan-perbincangan “warung kopi” dusejumlah kota-kota besar yang punya warga etnis Tionghoa cukup besar. Iklim sosio-politik menghangat dan suhunya terus meningkat.

Teroris bernana Ahok sudah dilaporkan agar ditangkap, atas tuduhan penistaan Agama. Polisi masih beralibi untuk tidak menangkap Ahok karena menunggu izin dari Jokowi. Orang sudah tahu Jokowi tidak mungkin mengizinkan Ahok sang teroris itu ditangkap, sekalipun Ahok sudah jadi musuh umat Islam. Jokowi yakin bisa menyelamatkan Ahok, melindunginya dari tangan – tangan aparat Kepolisian.

Iklim sosio-politik kian memanas, aksi menuntut Ahok terus terjadi dan makin massif. Aksi-aksi selanjutnya tidak hanya menutut teroris Ahok ditangkap, tapi bisa jadi menutut Jokowi diturunkan jika benar-benar melindungi teroris.

Kita desak Jokowi konsisten dalam melawan dan menjadikan terorisme sebagai musuh bersama, sekalipun teroris itu adalah Ahok.

Oleh: Rahmat
(Penulis adalah Aktivis Forum Miskin Kota)

SHARE
Comment