Juan Pablo Culasso, Meski Buta Bisa Membedakan 3.000 Jenis Suara Burung

Juan Pablo Culasso, Meski Buta Bisa Membedakan 3.000 Jenis Suara Burung

SHARE
http://tuzlanski.ba/wp-content/uploads/2016/06/juan-pablo-culasso-slijepi-mladic-zvuk-ptice2.jpg

 

Setiap orang dilahirkan dengan keunikannya masing-masing. Begitu juga dengan Juan Pablo Culasso. Meski buta, laki-laki 29 tahun ini tetap bias membedaskan 3.000 jenis suara burung dari 720 spesies yang berbeda. Untuk membedakan suara-suara itu, ia mengandalkan indera pendengarannya.

Pablo Culasso sudah menyadari kelebihannya ini sejak masih sangat kanak-kanak. Ketika melempar baru ke sungai, ia bisa menjelaskan dengan tepat nada yang terdengar setiap kali batu menyentuh permukaan air.

Bagaimanapun juga, kelebihan yang dimiliki Culasso adalah kejadian langka. Dari 10 ribu orang, hanya satu yang bisa seperti Cullaso. Nama tenar yang kerap kita dengar adalah musisi Wolfgang Amadeus Mozart.

“Ayah membacakan ensiklopedia tentang burung yang dilengkapi kaset rekaman berisi suara burung-burung itu,” Culasso mengenang. “Itulah momen ketika saya menyadari bahwa saya bisa mengingat jenis burung lewat suaranya.”

Laki-laki asal Brasil ini benar-benar memahami bakatnya itu pada 2003 ketika ikut serta dalam kunjungan lapangan para pengamat burung. Para pakar burung memberinya rekaman berbagai suara burung yang langsung membuatnya jatuh cinta. “Saat itu, saya merasa sudah melakukan hal ini seumur hidup tanpa saya sadari. Saya langsung jatuh cinta dengan kegiatan ini,” kata laki-laki yang disebut sebagai “manusia-burung buta dari Brasil” ini.

Culasso saat ini bekerja untuk merekam dan mempelajari berbagai jenis suara yang dihasilkan alam. Baru-baru ini, ia menyelesaikan perjalanan di Antartika selama dua bulan. Di sana, ia merekam berbagai suara yang muncul di dataran paling dingin dan paling misterius di Bumi itu.

“Saya terus menambahkan suara baru ke dalam koleksi saya. Di Antartika, saya merekam suara singa laut, anjing laut, dan suara gunung es yang meleleh,” ujarnya. Meski Culasso masih bisa melihat cahaya sehingga bisa membedakan siang dan malam hari, ia tak bisa melihat bentuk atau warna burung-burung yang suaranya ia dengarkan.

Telinga adalah satu-satunya sarana bagi Culasso untuk berhubungan lebih baik dengan dunia. Kemampuannya mengenali dan membedakan suara memberinya pekerjaan untuk menghasilkan “soundtrack” film-film dokumenter.  Pada 2014, kemampuan unik ini membuat Culasso memenangi hadiah utama sebesar AS$45 ribu dari sebuah kompetisi yang digelar Nat Geo TV.

Dalam babak akhir, Culasso diminta mengidentifikasi 15 suara burung yang diambil secara acak dari 250 spesies, dan dia berhasil mengenali semua suara burung tersebut. Ia kemudian menginvestasikan sebagian besar uangnya untuk membeli berbagai peralatan audio untuk menunjang pekerjaannya.

Alicia Munyo, Kepala Departemen Fonologi Universitas Republica Uruguay, mengatakan, kemampuan unik Juan Pablo sebenarnya lebih terkait dengan otak ketimbang telinga. “Ia sebenarnya mendengar suara yang sama dengan yang didengar orang lain. Otaknyalah yang memiliki kapasitas luar biasa untuk menerjemahkan berbagai suara itu lebih dari orang biasa,” ujar Munyo. [Moh. Habib Asyhad, intisari-online.com]

 

SHARE
Comment