Kala Asap Dupa Mengepul di Ruang DPRD Sulawesi Utara

Kala Asap Dupa Mengepul di Ruang DPRD Sulawesi Utara

SHARE

Liputan6.com, Manado – Pemandangan di ruang paripurna DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Selasa (16/02/2016) pagi berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Tiga bilah dupa terpasang di atas meja kayu berukuran 2 kali 3 meter, depan meja pimpinan dewan.

Pagi itu Andrei Angouw, politisi dari PDIP, dilantik sebagai Ketua DPRD. Warga keturunan Tionghoa ini diambil sumpah dengan menggunakan tata cara agama Konghucu.

Setelah sidang dibuka dan protokoler berlangsung seperti biasa, tiba saatnya pengambilan sumpah menurut kepercayaan yang dianut Andrei.  Satu dupa kemudian berpindah ke tangan pendeta yang membimbing Andrei mengucapkan sumpah, sementara dua dupa lainnya tetap berada di meja pimpinan DPRD.

“Di bawah kekuasaan Thian, di bawah bimbingan Nabi Kong Zi,” kata Pendeta tersebut yang diikuti Andrei kata per kata.

Andrei merupakan politisi PDIP keturunan Tionghoa. Ia lama berkiprah di partai berlambang banteng moncong putih itu.

Mengambil daerah pemilihan Kota Manado, Andrei menuai dukungan luas pemilih yang mengantarnya ke kursi DPRD Provinsi Sulut tahun 2014 untuk kedua kalinya.

Kursi Ketua DPRD Provinsi Sulut yang ditinggal StevenKandou karena terpilih sebagai Wagub Sulut, akhirnya ditempatiAndrei yang juga dikenal sebagai pengusaha perhotelan di Manado.

“Ini menunjukkan Sulut sebagai daerah yang menghargai pluralisme, tidak ada dikotomi mayoritas dan minoritas,” kata Andrei usai menjalani prosesi pelantikan.

Dia menegaskan perbedaan keyakinan, suku dan ras tak jadi halangan untuk mengabdi.

“Saya yakin seluruh warga Sulut, agama apapun yang ia yakini bisa mendapat kesempatan untuk mengabdi lewat politik maupun pemerintahan,” kata dia.

Dalam sambutannya dia menyampaikan terimakasih kepada kedua orang tuanya. Ajaran Konfusius  mengharuskan setiap warga untuk menghormati orang tuanya serta pada teman, guru, maupun perkumpulan.

“Terima kasih pada kedua orang tua yang sudah mengajarkankan pelajaran hidup pada saya, tanpa mereka saya takkan ada di sini,” kata Andrei.

Mantan Penjabat Gubernur Sulut, Soni Sumarsono, dalam kapasitasnya sebagai Ditjen Otda mengatakan Andrei telah mencetak sejarah dengan menjadi warga Tridharma pertama yang menjabat Ketua DPRD Sulut.

“Inilah yang luar biasa dari Sulut, warganya rukun dan damai,” kata Soni.

SHARE
Comment