Karangan Bunga Penuh Caci-Maki, Batalkan Pemberian Penghargaan MURI kepada Ahok

Karangan Bunga Penuh Caci-Maki, Batalkan Pemberian Penghargaan MURI kepada Ahok

SHARE

Publik-News.com – Lieus Sungkharisma melayangkan surat terbuka kepada Jaya Suprana . Surat tersebut berisi usulan agar Jaya Suprana membatalkan rencana pemberian MURI kepada Basuki Tjahja Purnama-Djarot Syaiful Hidayat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

“Saya usul sebaiknya rencana pemberian penghargaan MURI kepada Basuki-Jarot dibatalkan. Buang jauh-jauh pemikiran itu,” ujar Lieus, Rabu (3/5/2017).

Menurut Lieus, harus dipertimbangkan pemberian MURI kepada Ahok-Djarot. Sebab, baru kali ini permintaan penghargaan dilakukan secara tidak etis, tidak sopan, penuh caci-maki, dan hujatan. “Lihat saja, di medsos (Media sosial),” pungkas Lieus lagi.

Lebih lanjut, dia berujar bahwa Jaya Suprana harus melihat motif karangan bunga yang diperuntukkan kepada Ahok. Ada arogandi yang dipertontonkan pendukung Ahok meski dikalahkan oleh Anies Baswedan dalam Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta putaran kedua

“Motif karangan bunga ini tidak baik. Ada itikad ngeledek. Pekat nuansa megalomania. Uda kalah tapi tetep sok jago. Arogansi ahoker keliatan jelas,” katanya.

Sepengetahuan Lieus, MURI adalah lembaga berlandaskan itikad positif. Bila penghargaan itu diberikan kepada Ahok-Djarot, maka itu sama saja penghianatan dari landasan MURI itu sendiri. Tak sampai di situ, Lieus juga menyebutkan bahwa karangan bunga diperuntukkan kepada Ahok harganya mencapai milyaran rupian.

“Manuver karangan bunga berbudget miliaran rupiah itu tidak sensitif sosial. Di saat kemiskinan meraja-lela, Ahoker gaya-gayaan pamer finansial power untuk nyampah. Ada situs berita yang merilis bobot sampah karangan bunga mencapai lebih dari 8 ton,” katanya.

Disebutkan juga bahwa baru beredar kabar soal rencana MURI memberi penghargaan, situs abal-abal ahoker seword sudah nyinyir lagi. MURI dihina lagi. Maka itu, kata dia, wajar jika serba salah. Sedari awal sikap mereka memang tidak santun. Mereka mesti diajari tata krama dan sopan santun.

“Dengan pembatalan penghargaan ini, MURI memberi pelajaran berharga kepada Ahok dan masyarakat. Ahok mesti sadar, dia dirusak oleh para pengikutnya sendiri,” tutup Lieus. (HS)

SHARE
Comment